Keuangan

Allianz Syariah Kini Terapkan Maqasid Syariah, Ini Penjelasannya

Poin Penting

  • Allianz Syariah terapkan Maqasid Syariah sebagai kompas perlindungan berlandaskan prinsip syariah yang menekankan keberkahan dan kemaslahatan.
  • Maqasid Syariah menjadi dasar inovasi dan etika bisnis, mencakup lima pilar utama: keyakinan, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
  • Kinerja Allianz Syariah kuartal III 2025 positif, aset naik 4,88 persen menjadi Rp4,31 triliun, kontribusi neto tumbuh 43,38 persen menjadi Rp593,06 miliar.

Jakarta – PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) mengumumkan nilai Maqasid Syariah, yaitu kompas perlindungan berlandaskan prinsip syariah. Penerapan prinsip ini berlangsung dalam rangka hari jadi perusahaan yang kedua, berlangsung pada 1 November 2023.

Prinsip ini tidak hanya menekankan pada apa yang halal. Maqasid syariah juga menitikberatkan pada keberkahan dan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Ini menjadi keutamaan di tengah dinamika kehidupan modern yang menuntut inovasi, adaptasi cepat, dan teknologi.

Elmie A. Najas, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, menjelaskan kalau penerapan prinsip syariat pada asuransi syariah perlu didampingi dengan panduan yang lebih menyeluruh untuk memperkuat basis prinsip ta’awun (tolong-menolong).

“Dengan berbasis Maqasid Syariah sebagai kompas perlindungan, kami ingin melangkah lebih jauh. Allianz Syariah menghadirkan proposisi perusahaan yang menyeluruh pada setiap produk, layanan, dan keputusan yang melampaui patuh syariat, tetapi juga mewujudkan kemaslahatan secara finansial, spiritual, dan sosial,” tegas Elmie di Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2025.

Baca juga: Allianz Ungkap Hanya 2,72 Persen Masyarakat RI Punya Produk Asuransi

Maqasid Syariah sendiri diimplementasikan untuk menjaga 5 pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi keyakinan, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Menurut Elmie, Maqasid Syariah menjadi kompas dalam menghadirkan inovasi perlindungan yang beretika, relevan, dan memberi keberkahan bagi semua pihak. Allianz Syariah melihat, keberkahan datang dari niat yang tulus untuk memberi manfaat.

“Dengan menjadikan Maqasid Syariah sebagai basis dalam merancang perlindungannya ke depan, Allianz Syariah semakin kokoh dalam menyediakan perlindungan yang membawa nilai keberkahan dan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Kompas moral yang Allianz Syariah luncurkan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Adiwarman A. Karim, Wakil Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), menyebut kalau Maqasid Syariah merupakan pembeda dengan produk konvensional.

Dan ini juga memberi nilai tambah tersendiri bagi asuransi syariah. Adiwarman menyebut, ayariah bukan hanya soal kepatuhan terhadap hukum, tetapi tentang bagaimana prinsip
tersebut membawa manfaat nyata bagi kehidupan.

“Langkah Allianz Syariah ini menjadi contoh penerapan Maqasid Syariah dalam industri asuransi syariah modern yang beretika dan berkeadilan,” ungkap Adiwarman.

Di sisi lain, Zaskia Adya Mecca, public figure yang merupakan nasabah Allianz Syariah, mengungkapkan bagaimana Maqasid Syariah memiliki kedekatan dengan keseharian sebagai Muslimah.

“Saat menjaga keluarga, mengatur keuangan, atau memastikan anak tumbuh dengan baik, semuanya bagian dari menjaga jiwa, harta, dan keturunan. Allianz Syariah membantu menghadirkan nilai itu lewat perlindungan yang bermakna,” ujar Zaskia.

Baca juga: Lewat Cara Ini, Allianz Indonesia-Coach Indra Sjafri Cs Kolaborasi Asah Bibit Pesepak Bola

Kinerja Allianz Syariah

Untuk diketahui, kinerja Allianz Syariah di kuartal III 2025 terbilang positif. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, di periode tersebut, ada beberapa peningkatan penting di sejumlah pos keuangan.

Aset berasa di posisi Rp4,31 triliun atau naik 4,88 persen secara year on year (yoy). Kontribusi neto mengalami peningkatan yang signifikan, tumbuh 43,38 persen (yoy) menjadi Rp 593,06 miliar. Sementara beban klaim neto meningkat 4,69 persen (yoy) menjadi Rp953,09 miliar.

Laba bersih setelah pajak juga mengalami peningkatan, namun masih berada di posisi minus. Persentase pertumbuhannya sebesar 98,67 persen (yoy) dari minus Rp137,14 miliar menjadi minus Rp1,82 miliar. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago