Keuangan

Allianz Syariah Gandeng BTPN Syariah Hadirkan Guardia RENCANA Syariah

Poin Penting

  • Allianz Syariah dan BTPN Syariah menjalin kerja sama strategis dengan meluncurkan produk kolaborasi pertama Guardia RENCANA Syariah
  • Guardia RENCANA Syariah menawarkan proteksi jiwa hingga 18 tahun dengan pembayaran kontribusi 8 tahun, manfaat meninggal dunia hingga 105 persen kontribusi + saldo tabungan
  • Produk ini dilengkapi kemudahan pengajuan polis, fitur wakaf hingga 45 persen santunan asuransi, serta dirancang selaras dengan Maqaṣid Syariah.

Jakarta – PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) jalin kerja sama strategis menghadirkan perlindungan asuransi berbasis prinsip syariah, dengan meluncurkan produk kolaborasi pertama, Guardia RENCANA Syariah.

Sinergi ini menyatukan fitur proteksi Allianz Syariah dan jangkauan distribusi BTPN Syariah, guna memperluas layanan keuangan yang menyeluruh serta menyediakan solusi perlindungan yang mudah diakses, relevan dengan konsumen, dan sesuai ketentuan syariah.

“Allianz Syariah bersama BTPN Syariah memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menghadirkan solusi perlindungan jiwa dan perencanaan finansial yang relevan serta mudah diakses,” ujar Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.

Baca juga: Langkah Allianz Indonesia Dukung Kanal Distribusi Keagenan dan Bancassurance

Dengan pembayaran kontribusi berkala selama delapan tahun pada Guardia RENCANA Syariah, pihak yang diasuransikan mendapatkan proteksi secara jiwa dan finansial selama 18 tahun.

Di samping itu, penerima manfaat akan menerima manfaat meninggal dunia sebesar 105 persen dari keseluruhan kontribusi yang dibayarkan, ditambah saldo tabungan yang tersedia saat itu jika pihak yang diasuransikan meninggal dunia dalam dua tahun polis pertama, atau 100 persen Santunan Asuransi dan Manfaat Pembebasan Kontribusi jika meninggal dunia setelah dua tahun polis.

Produk ini juga menyediakan Manfaat Tahapan RENCANA yang akan diterima secara bertahap apabila Pihak yang Diasuransikan masih hidup hingga akhir masa asuransi. Yang mana, peserta akan mendapatkan Manfaat Tahapan RENCANA di akhir tahun polis ke-11 yang diambil dari nilai saldo tabungan yang tersedia (total dari bagian kontribusi yang dialokasikan dan diinvestasikan oleh Allianz).

Kemudian, peserta akan memperoleh Manfaat Tahapan RENCANA sebesar 60 persen dari santunan asuransi pada akhir tahun polis ke-18.

Namun, apabila pihak yang diasuransikan meninggal dunia setelah 2 tahun polis berlaku, penerima manfaat akan tetap menerima Manfaat Tahapan RENCANA di akhir tahun polis ke-11, dan kemudian polis berakhir.

“Momentum ini menjadi langkah strategis bagi BTPN Syariah dalam memperluas layanan yang lebih menyeluruh menuju kehidupan yang lebih berarti,” sebut Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah.

Untuk pengajuan polis, cukup melalui pernyataan kesehatan tanpa pemeriksaan medis untuk Santunan Asuransi hingga Rp1,5 miliar, atau melalui proses full underwriting untuk Santunan Asuransi yang lebih besar.

Baca juga: OJK Luncurkan Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Ini Isinya

Bagi peserta yang ingin menyalurkan sebagian manfaat untuk kebermanfaatan sosial, tersedia fitur Wakaf yang memungkinkan penyaluran maksimal 45 persen dari Santunan Asuransi dan/atau 30 persen dari saldo tabungan, dikelola sesuai prinsip syariah dan ketentuan yang berlaku.

“Produk untuk nasabah BTPN Syariah ini selaras dengan Maqaṣid Syariah, kompas perlindungan yang melengkapi perjalanan hidup, khususnya menjaga jiwa dan menjaga harta. Tujuannya sederhana, agar semakin banyak keluarga memperoleh perlindungan yang membawa keberkahan dan keberlanjutan dalam rencana hidup mereka,” tukas Elmie. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kelola 141 Ton Emas, Pegadaian Beberkan Strategi Pengembangan Bisnis Bullion

Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More

20 mins ago

Realisasi Penyaluran PKE LPEI 2025 Capai Rp13,5 Triliun, Melesat 85 Persen

Poin Penting Penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) LPEI mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025, naik 85… Read More

3 hours ago

Tak Perlu Khawatir, Bos Pegadaian Jamin Stok Emas Fisik Aman!

Poin Penting Tabungan emas Pegadaian dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di… Read More

4 hours ago

Defisit APBN Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More

13 hours ago

Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t mudik

Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More

14 hours ago