Moneter dan Fiskal

Aliran Modal Asing Rp10,15 T Kabur dari RI Selama Sepekan, BI Cermati Pasar Keuangan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pada awal Maret 2025, aliran modal asing keluar (capital outflow) dari Indonesia senilai Rp10,15 triliun.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun BI untuk periode 10-13 Maret 2025, investor nonresiden di pasar keuangan domestik mencatatkan jual neto Rp8,15 triliun.

Aliran modal asing pada pekan pertama Maret 2025 mencatatkan capital outflow di pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Terdiri dari jual neto Rp1,92 triliun di pasar saham, Rp5,25 triliun di pasar SBN, dan Rp2,97 triliun di SRBI,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, dikutip Minggu, 16 Maret 2025.

Baca juga: Akhir Februari 2025, Aliran Modal Asing Rp10,33 Triliun Kabur dari RI

Sementara itu, premi risiko investasi atau credit default swaps (CDS) Indonesia dengan tenor 5 tahun mengalami kenaikan. Per 13 Maret 2025, CDS naik ke level 80,70 basis poin (bps), dibandingkan dengan 76,11 bps pada 7 Maret 2025.

Dengan demikian, sepanjang 2025, berdasarkan data setelmen hingga 13 Maret 2025, investor nonresiden tercatat melakukan jual neto sebesar Rp22,21 triliun di pasar saham. Sementara itu, mereka mencatatkan beli neto Rp18,35 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp6,55 triliun di SRBI.

Perkembangan Nilai Tukar dan Yield SBN

Selain itu, BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar sepanjang 10-14 Maret 2025. Pada Kamis, 13 Maret 2025, rupiah ditutup di level (bid) Rp16.420 per dolar AS, sementara pada Jumat, 14 Maret 2025, rupiah dibuka di level (bid) Rp16.350 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Masih Tertekan Imbas Kekhawatiran Tarif Trump

Di sisi lain, yield SBN tenor 10 tahun naik ke level 6,93 persen pada Kamis, 13 Maret 2025, lalu turun ke level 6,87 persen pada Jumat, 1 Maret 2025.

Sementara itu, indeks dolar (DXY) melemah ke level 103,83, sedangkan yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun turun ke level 4,268 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

12 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

13 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago