Moneter dan Fiskal

Aliran Modal Asing Keluar RI Rp2,71 Triliun di Pekan Keempat September 2025

Poin Penting

  • Modal asing keluar Rp2,71 triliun dari pasar keuangan RI pada pekan keempat September 2025, terutama dari SBN dan SRBI.
  • Pasar saham mencatatkan aliran masuk Rp4,51 triliun, sementara premi risiko (CDS) Indonesia naik ke 83,18 bps.
  • Rupiah melemah ke Rp16.750 per dolar AS, dan yield SBN 10 tahun naik ke 6,43 persen per 26 September 2025.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pada minggu keempat September 2025, terjadi aliran keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik senilai Rp2,71 triliun.

Data transaksi periode 22 hingga 25 September 2025 menunjukkan bahwa investor nonresiden melakukan aksi jual neto di pasar keuangan Indonesia sebesar Rp2,71 triliun.

Baca juga: BI Borong SBN Rp198 Triliun untuk Biayai Program Asta Cita Prabowo

Aliran keluar modal asing tercatat terjadi pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, pasar saham mencatatkan aliran masuk.

“Terdiri dari jual neto sebesar Rp2,16 triliun di pasar SBN dan Rp5,06 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto sebesar Rp4,51 triliun di pasar saham.” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya.

Premi Risiko Naik, Yield SBN Menguat

Sementara itu, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 83,18 bps per 25 September 2025, dibandingkan dengan 69,59 bps per 19 September 2025.

Baca juga: Aliran Modal Asing Kabur Rp8,12 Triliun dari RI dalam Sepekan

Dengan demikian, selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 25 September 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp51,34 triliun di pasar saham dan Rp128,85 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp36,25 triliun di pasar SBN.

Rupiah Melemah, Yield SBN Naik Tipis

Selain itu, BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar 22 sampai 26 September 2025. Tercatat, nilai tukar per Kamis, 25 September 2025, rupiah ditutup di level (bid) Rp16.735 per dolar AS, dan dibuka pada level (bid) Rp16.750 per dolar AS pada Jumat, 26 September 2025.

Baca juga: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Menguat Mulai Pekan Depan

Lalu, yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke level 6,40 persen pada Kamis, 25 September 2025, dan kembali naik ke level 6,43 persen pada Jumat, 26 September 2025.

Sementara, untuk indeks dolar (DXY) menguat ke level 98,55 dan yield UST (US Treasury) dengan tenor 10 tahun turun ke level 4,170 persen. (*)

Editor: Yullian Saputra

Irawati

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

3 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

10 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

11 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

11 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

12 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

18 hours ago