Hossiana Evalita Situmorang, Economist, Bank Danamon. (Foto: M. Adrianto Sukarso)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk menilai penyaluran dana Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih masih belum merata. Penerimaan pendanaan tercatat masih terpusat di sejumlah wilayah tertentu, terutama di Pulau Jawa dan Sumatra.
Temuan tersebut disampaikan oleh Economist Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang. Berdasarkan analisisnya, sebagian besar pendanaan Kopdes Merah Putih masih terkonsentrasi di beberapa provinsi besar.
“Kita lihat pusatnya masih ada di Jawa Tengah, kemudian Jawa Timur, baru diikuti oleh Jawa Barat, meskipun sebenarnya angka di Jawa Barat ini masih lebih kecil dibandingkan dari Sumatera Utara,” terang wanita yang biasa dipanggil Anna ini pada Kamis, 27 November 2025.
Rinciannya, sebanyak 8.563 Kopdes di Jawa Tengah mendapat pendanaan sebesar Rp25,7 triliun. Kemudian 8.494 Kopdes di Jawa Timur didanai pemerintah sebanyak Rp25,5 triliun. Disusul dengan Aceh yang mendapat dana Rp19,5 triliun untuk 6.497 Kopdes.
Jawa Barat Sumatra Utara berada di posisi keempat, dengan total pendanaan Rp18,3 triliun untuk 5.957 Kopdes. Dan ada Jawa Barat yang memiliki 6.110 Kopdes serta memperoleh pendanaan Rp17,9 triliun.
Baca juga: Purbaya Teken Aturan Baru: Dana Desa Bisa Cair Jika Pemda Punya Kopdes
Jika menghitung pendanaan Kopdes Merah Putih sebesar Rp240 triliun, maka kelima provinsi tersebut sudah menyerap sekitar 44,54 persen dari total anggaran pemerintah untuk lembaga keuangan mikro ini.
“Jadi, apakah (pendanaan) ini berdasarkan asas di masing-masing daerah, atau dari potensi kesiapan pemerintah daerahnya untuk mendapatkan funding dari program Koperasi Merah Putih?” ungkap Anna.
Hal ini, tambah Anna, juga menarik jika membandingkan sebaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Khususnya, untuk program prioritas yang angkanya mencapai Rp1.694,1 triliun di berbagai daerah.
Baca juga: Ekonom Danamon Beberkan Pemicu Depresiasi Rupiah yang Berkepanjangan
Temuan Bank Danamon menunjukan,Pulau Jawa tetap menjadi penerima terbesar secara total dengan Rp814,7 triliun atau sekitar 48 persen dari APBN. Namun, jika dilihat per kapita, wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua, menjadi penerima terbesar dengan Rp12,5 juta per kapita.
“Maluku, walaupun tidak sebesar pulau lain, tapi secara per capita mereka ini yang paling banyak menikmati (anggaran). Jadi, kalau di pulau Jawa hanya Rp5,1 juta per capita dari program unggulan. Tapi, kalau di Maluku dan Papua itu bisa sampai Rp12,5 juta,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More