Nasional

Aliansi BEM UI Menentang Pernyataan Purbaya saat Wisuda UI, Ini Pernyataan Sikapnya

Poin Penting

  • BEM se-UI merespons orasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di wisuda Universitas Indonesia soal target ekonomi 8 persen dan peran generasi muda.
  • Mahasiswa menilai mimbar akademik harus jadi ruang kritik, bukan panggung politik.
  • BEM menolak pembungkaman dan menegaskan kebebasan berpendapat dijamin konstitusi.

Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) menyampaikan pernyataan sikap menyusul orasi ilmiah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mimbar akademik wisuda UI, Sabtu (14/2/2026).

Dalam pidatonya di hadapan ribuan wisudawan, Purbaya memaparkan optimisme pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan menembus 8 persen sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Purbaya menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya lulusan UI, dalam menjaga stabilitas fiskal dan mendorong transformasi ekonomi ke depan.

Tak hanya itu, Purbaya juga menyinggung rencana pemberian bantuan pendidikan melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kepada UI.

Purbaya sempat berkelakar agar mahasiswa tidak lagi turun ke jalan dan bahkan meminta publik mempertahankan Menteri Keuangan apabila kembali terjadi aksi demonstrasi.

Baca juga: IMF Usul RI Naikkan Pajak Karyawan, Begini Kata Menkeu Purbaya

Pernyataan tersebut memantik respons dari BEM se-UI. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan, aliansi mahasiswa UI menilai ruang akademik seharusnya dijaga sebagai forum ilmiah yang terbuka terhadap kritik dan dialektika.

“Kami memandang podium akademik seharusnya menjadi forum ruang dialektika dan jujur mengenai kondisi bangsa, bukan panggung gimmick politik untuk “meninabobokan” mahasiswa,” kata Yatalathof dalam orasi pernyataannya yang diunggah dalam akun Instragram Pers Suara Mahasiswa UI @sumaui dikutip 19 Februari 2026.

“Untuk itu, kami mahasiswa UI menolak untuk diam pada pembungkaman dan akan selalu bersuara lantang terhadap penindasan, karena kami percaya bahwasanya mahasiswa merupakan pemuda-pemudi dengan keyakinan akan kebenaran, pemikiran yang tercerahkan, dan keteguhan hati dalam menghadapi kezaliman,” tambahnya.

Baca juga: Bos Tugu Insurance Edukasi Mahasiswa UI soal Manajemen Risiko dan Asuransi

Dalam pernyataannya, kata Yatalathof, mahasiswa juga menolak segala bentuk represivitas, termasuk yang disampaikan secara halus melalui narasi bantuan pendidikan. Menurutnya, kritik dan protes merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, sementara pendidikan adalah kewajiban negara sebagaimana diatur Pasal 31 UUD 1945.

“Kami akan tetap awas, tetap kritis, dan akan terus menjadi barisan terdepan dalam menjaga kebenaran substantif. Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat mereka yang silau apalagi tunduk pada bantuan, melainkan mereka yang senantiasa objektif mengkritisi segala kebijakan untuk kebaikan bangsa,” ungkapnya. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago