News Update

Alhamdulillah, BPKH Cairkan Rp2,1 Triliun Nilai Manfaat untuk 5,4 Juta Jemaah Haji

Jakarta – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah memberikan nilai tambah kepada jemaah haji dengan menyalurkan nilai manfaat tahap pertama 2025 sebesar Rp2,1 triliun kepada 5,4 juta jemaah reguler dan khusus.

Rinciannya, sebesar Rp1,9 triliun untuk jemaah haji reguler dengan rata-rata nilai manfaat per jemaah Rp366,2 ribu dan USD9,2 juta untuk jemaah haji khusus dengan rata-rata nilai manfaat per jemaah senilai USD72,0 atau setara Rp1,17 juta (kurs dolar Rp16.317).

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, distribusi nilai manfaat ini merupakan bagian dari prinsip keadilan dan kemaslahatan yang diusung oleh BPKH dalam pengelolaan dana haji secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Ini adalah bentuk konkret dari optimalisasi pengelolaan dana haji yang aman dan produktif. Kami terus berupaya agar dana kelolaan jemaah haji dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji tetapi juga dalam bentuk nilai manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh jemaah,” ujar Fadlul dalam keterangan resminya dikutip 8 September 2025.

Baca juga: Catatkan Kinerja Positif di 2024, BPKH Kantongi Opini WTP ke-7 dari BPK

Sementara, Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf mengungkapkan bahwa penyaluran nilai manfaat ini juga menjadi bukti bahwa prinsip syariah dan pengelolaan keuangan yang prudent tetap menjadi landasan utama BPKH.

“Kami pastikan bahwa nilai manfaat ini dibagikan secara adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah, serta dapat diakses jemaah melalui kanal digital seperti aplikasi BPKH Apps,” jelas Amri.

Nilai Manfaat 2024

Berkaca dari tahun sebelumnya, BPKH mencatat perolehan nilai manfaat dari pengelolaan dana haji mencapai Rp11,54 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp11,52 triliun atau tumbuh 5,68 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp10,92 triliun.

“Dari perolehan nilai manfaat yang diperoleh, BPKH telah berkontribusi untuk membiayai penyelenggaraan haji tahun 2024 sebesar Rp8,1 triliun,” jelas Amri dalam kesempatan berbeda.

Dari sisi yield pengelolaan dana haji tahun 2024 mencapai 6,97 persen, kata Amri juga melebih target yang ditetapkan sebesar 6.78 persen.

Baca juga: BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2025, Perkuat Bisnis dan Teguhkan Visi Baru

“Targetnya sebesar 6,78 persen, ini mencerminkan pengembalian yang optimal dari portofolio investasi syariah dan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya sebesar 6,72 persen,” jelas Amri.

Sementara, dana kelolaan sepanjang 2024 mencapai Rp171,64 triliun melebihi target tahunan yang sebesar Rp169,95 triliun.

“Kalau dibanding tahun 2023, nilainya tumbuh 2,94 persen dari tahun 2023 yang sebesar Rp166,74 triliun,” jelasnya. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

3 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

3 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

6 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

9 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

14 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

14 hours ago