Jakarta – Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) meresmikan Alfi Wijaya sebagai ketua umum periode 2024-2029. Pemilihan ini dilangsungkan dalam Musyawarah Nasional HIMBARSI yang diselenggarakan pada 5-7 Desember 2024 di Surabaya.
Alfi Wijaya sendiri merupakan Direktur Utama BPRS Harta Insan Karimah (HIK). Sosok ini juga didapuk menjadi Sekretaris Jenderal Kompartemen BPR Syariah Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO).
Alfi berujar bahwa HIMBARSI merupakan transformasi dari Kompartemen BPR Syariah ASBISINDO sebagai respons atas aspirasi dari anggota BPRS Seluruh Indonesia untuk kemandirian organisasi.
Dengan demikian, Alfi berharap bahwa hubungan baik dengan ASBISINDO dengan HIMBARSI akan terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga tetap berkontribusi pada kemajuan industri perbankan syariah.
”Kami berharap dengan deklarasi secara resmi ini, HIMBARSI akan lebih aktif berkontribusi kepada anggota BPR Syariah seluruh Indonesia agar semakin berkembang dalam berkolaborasi serta menjalankan kemitraan strategis dengan regulator dan pemangku kepentingan lainnya untuk kemajuan industri BPR Syariah,” terangnya.
Baca juga: Netflix hingga Spotify Kena PPN 12 Persen Mulai 1 Januari 2025
Terkait program ke depan, lanjut Alfi, HIMBARSI akan memulai dengan penyusunan kepengurusan secara lengkap yang akan dibantu oleh tim formatur yang ditetapkan oleh Munas.
Kemudian, HIMBARSI akan memperkenalkan organisasi ini kepada para pemangku kepentingan utama dan mitra strategis.
Beberapa mitra yang dimaksud meliputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia, Kementerian, Asosiasi, Majelis Ulama Indonesia, dan lain sebagainya.
Selain itu, HIMBARSI akan melanjutkan program-program yang telah baik selama dalam naungan Kompartemen BPR Syariah ASBISINDO, sekaligus menambahkan hal-hal baru dan inovatif untuk pengembangan industri BPR Syariah.
Baca juga: Resmi! Himbarsi Kini jadi Organisasi Baru Industri BPRS
Sebagai organisasi baru, maka upaya pengenalan HIMBARSI kepada masyarakat menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan nasional maupun kegiatan di tiap DPW.
“Kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan dan perbankan syariah serta pesatnya proses konversi BPR menjadi BPR Syariah saat ini sedang berlangsung akan bisa memberikan peluang penambahan anggota di tahun 2025 ke depan,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More