SMI Terbitkan Green Bond Tahap I Rp500 Miliar
Jakarta – PT Alfa Energi Investama Tbk resmi melantai di bursa lewat mekanisme initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melepas saham sebanyak-banyaknya 300 juta saham di harga Rp500 per saham.
Pada debut perdananya, Jumat, 9 Juni 2017, saham perusahaan dengan kode emiten FIRE ini langsung naik Rp250 per saham ke posisi Rp750 per saham. Saham perseroan sempat berada pada level tertinggi Rp750 dan terendah Rp750.
Saham perseroan ditransaksikan sebanyak 6 kali dengan volume 1.850 lot. Nilai transaksi saham sekitar Rp 138,75 juta.
Dengan melepas 300 juta saham di harga Rp500 per saham, perseroan meraup dana segar Rp150 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Dalam aksi ini, perseroan menunjuk PT Lautandhana Securindo selaku penjamin pelaksana emisi efek (Lead Underwriter)
Rencananya dana segar dari hasil IPO, sekitar 30,5 persen untuk melunaskan utang perusahan, sekitar 52,8 persen untuk modal kerja, dan sisanya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur area tambang seperti menambah kapasitas pelabuhan.
Sekedar informasi, Afa Energi Investama merupakan perusahaan penyediaan jasa pertambangan batu bara di areal PT Alfara Delta Persada sebagai entitas cucu perseroam. Di mana perseroan melakukan manajemen stockpile, crushing, serta loading batu bara milik PT Alfara Delta Persada.
Perseroan melalui Alfara Delta Persada memiliki daerah konsesi seluas 2.089 hektare (ha) di Kutai Kartanegara, atau berada sekitar 32 kilometer (km) barat laut Samarinda, Kalimantan Timur. (*)
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More