Ekonomi dan Bisnis

Alasan Telkom Spin Off Bisnis Serat Optik Senilai Rp35,78 Triliun

Poin Penting

  • Telkom menandatangani Conditional Spin-Off Agreement dengan Telkom Infra Fiber (TIF) senilai Rp35,78 triliun sebagai langkah restrukturisasi bisnis dan optimalisasi aset jaringan serat optik.
  • Spin-off dilakukan untuk memperkuat fokus bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pemerataan digitalisasi nasional
  • Pasca transaksi, Telkom tetap menguasai 99,9999997 persen saham TIF, memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi keuangan konsolidasi.

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-Off Agreement) dengan Telkom Infra Fiber (TIF) terkait restrukturisasi bisnis wholesale fiber connectivity pada 20 Oktober 2025.

Adapun nilai transaksi spin off tersebut mencapai Rp35,78 triliun, yang mencakup sebagian bisnis dan aset jaringan serat optik milik Telkom.

Langkah spin off tersebut diambil sebagai bagian dari strategi korporasi untuk memperkuat fokus bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset jaringan fiber yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas digital nasional.

“Pemisahan ini merupakan bagian dari agenda transformasi Telkom untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dan memperkuat posisi kami sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia,” tulis manajemen Telkom dikutip dalam laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 21 Okotober 2025.

Baca juga: Telkom Beberkan Peran Strategis Dukung Kopdes Merah Putih

Selain memperkuat portofolio bisnis, lanjut manajemen Telkom, restrukturisasi ini juga diharapkan mendorong pemerataan digitalisasi nasional, memperluas penetrasi fixed broadband, dan memastikan konektivitas di seluruh penjuru negeri.

Telkom Tetap Pengendali Penuh TIF

Pasca transaksi, Telkom tetap menjadi pengendali penuh atas TIF dengan komposisi kepemilikan saham sebesar 99,9999997 persen.

“Karena dilakukan antar entitas dalam grup yang sama, manajemen memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi keuangan konsolidasi perseroan,” tulis Telkom.

Baca juga; Ada Tantangan Ini, Pendapatan Telkom (TLKM) Turun 3 Persen di Semester I 2025

Lebih jauh manajamen Telkom menjelaskan, spin off TIF merupakan transaksi material bagi perseroan
(sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha) serta merupakan transaksi afiliasi (sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan atau “POJK 42/2020”).

Namun, rencana transaksi tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.

“Perseroan juga akan memperhatikan dan memenuhi kepatuhan serta kewajiban yang timbul berdasarkan peraturan-peraturan tersebut,” tutup Telkom. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

56 mins ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

4 hours ago

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

5 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

5 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

5 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

5 hours ago