Perbankan

Alasan CIMB Niaga Syariah Ekspansi Kantor Cabang Digital

Poin Penting

  • CIMB Niaga Syariah meresmikan Syariah Digital Branch pertama di Pulau Jawa, mengusung konsep hybrid.
  • Kehadiran cabang digital ini menjadi tonggak transformasi digital CIMB Niaga Syariah, sekaligus bagian dari persiapan menuju spin-off Unit Usaha Syariah (UUS).
  • CIMB Niaga Syariah menargetkan aset Rp100 triliun dalam lima tahun dan tengah memperkuat fondasi bisnisnya dengan menambah 1.000 karyawan syariah.

Jakarta – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) terus berinovasi menghadirkan layanan perbankan berbasis syariah yang relevan dengan kebutuhan nasabah. 

Salah satunya, melalui peresmian Syariah Digital Branch di kawasan Serpong, Tangerang. Kehadiran kantor cabang syariah berkonsep hybrid pertama di pulau Jawa ini merupakan wujud transformasi layanan syariah yang menggabungkan kenyamanan kantor cabang dengan kecepatan layanan Digital Lounge

“Kantor cabang ini menghadirkan pengalaman perbankan yang komprehensif dan serba digital, namun tetap mempertahankan sentuhan layanan personal khas CIMB Niaga,” ujar Pandji P. Djajanegara, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Rabu, 22 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, Syariah Digital Branch ini dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan seperti mesin Self Service Banking (SSB) dan SSB Tablet, Digital Branch memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara mandiri dengan cepat dan mudah. 

Baca juga : CIMB Niaga Syariah Masih Kaji Program KUR Perumahan

Tersedia pula Customer Relationship Management (CRM) dengan desain future branch model yang modern, Digital Kurs Real Time untuk transparansi nilai tukar, serta TV Promosi yang menampilkan edukasi keuangan syariah secara interaktif. Untuk kenyamanan, cabang ini juga dilengkapi Vending Machine.

Genjot Transformasi Digital

Pandji menegaskan, kehadiran Syariah Digital Branch ini bukan hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan digitalisasi perbankan syariah, tetapi juga mempertegas kesiapan CIMB Niaga Syariah dalam memasuki fase transformasional menjadi entitas perbankan syariah tersendiri pada 2026.

Buka tanpa sebab, usai spin off UUS rampung, pihaknya berambisi untuk menjadikan CIMB Niaga Syariah sebagai salah satu bank syariah dengan nilai aset jumbo senilai Rp100 triliun dalam jangka waktu 5 tahun. 

“Ekspektasi pada tahun 2030, kita minimun aset harus tembus tiga digit. Harus tembus Rp100 triliun dalam 5 tahun ke depan,” ujarnya.

Baca juga : CIMB Niaga ‘Gaspol’ Spin Off Unit Syariah, Aset Dikejar Rp100 T dalam 5 Tahun

Sejalan dengan ekspektasi tersebut, berbagai persiapan tengah dikerjakan sebelum akhirnya UUS CIMB Niaga “pisah rumah” dengan perusahaan induknya. Ia mengibaratkan spin off tersebut sebagai perkawinan.

“Misal spin off UUS CIMB itu, kita sudah suami istri lalu pisah dan disuruh cerai. Nah, kawin sama cerai prosesnya lebih lama mana? Lebih repot mana? kan cerai ya. Apalagi kalau sudah urusan bagi hasil. Kurang lebih urusannya kaya gitu,” bebernya.

Terkait persiapan, pihaknya tengah disibukkan dengan penambahan nasabah syariah. Pandji membidik penambahan hingga 1.000 karyawan, dari 500 karyawan yang dimiliki saat ini.

“Per hari ini kita punya 500 karyawan syariah. Kita targetnya akan menjadi 1.000 karyawan. Karena kita akan fokus pada pembukaan cabang-cabang baru. Persiapan pertama ini harus kita lakukan,” jelasnya.

Selain dari sisi manusia, persiapan lain yang tak kalah penting yakni terkait mobilisasi agar menjadi besar. Artinya, harus lebih banyak secara fisik dengan didukung oleh man power yang baik.

“Jadi, yang dilakukan sehari-hari sekarang kita adalah training, training, training karyawan,” pungkasnya.(*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

8 mins ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

4 hours ago

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

4 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

4 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

4 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

4 hours ago