Categories: Market Update

Alami Kelebihan Permintaan, Saham Ace Oldfields Laris Manis

Jakarta – Penawaran saham perusahaan bidang produksi peralatan, dan perlengkapan pengecatan, PT Ace Oldfields (KUAS) laris manis atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

Seperti diketahui, harga saham perusahaan dalam Initial Public Offering (IPO) dibandrol harga senilai Rp195 per saham. Perusahaan melepas 390 juta lembar bernominal Rp50 per saham.

”Itu dapat dilihat dari oversubscribed pada masa bookbuilding 2,2x dari keseluruhan pemesanan atau oversubscribed 6x dari pooling,” kata Direktur Investment Banking PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, Amir Suhendro Samirin, sebagai penjamin pelaksana emisi efek, dan penjamin emisi efek, di Jakarta, Senin, 18 Oktober 2021.

Hasil itu, menjadi sinyal positif bagi perseroan, dan menunjukkan para investor memiliki keyakinan terhadap performa perseroan baik secara historis maupun akan datang. ”Menilik antusiasme itu, kami berkeyakinan penawaran umum perseroan akan diminati sehingga sesuai keinginan kami,” imbuh Amir.

Pada IPO itu, Ace Oldfields akan melepas maksimal 390 juta saham baru bernominal Rp50 per lembar, mewakili 30,17 persen dari modal disetor setelah penawaran umum perdana saham.

”Ini milestone baru bagi kami untuk memperkuat, dan memperluas bisnis perusahaan. Ini juga momen penting bagi kami untuk mengakselerasi pengembangan bisnis, dan investasi perusahaan. Sebagai perusahaan publik, Ace Oldfields kini memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis lebih terbuka lebar, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar tumbuh cepat,” tegas Josep Kandiawan, Direktur Utama PT Ace Oldfields.

Berdasar prospektus, seluruh dana hasil penawaran umum, setelah dikurangi biaya emisi, 38,69 persen untuk pembelian sebagian tanah, dan bangunan di Jalan Raya Cileungsi Jonggol KM 22,5 RT006/RW002 Cileungsi, Bogor 16820 dengan nomor sertifikat SHM No. 2016, No. 2015, No. 616, No. 111, No. 107 dan No. 106 dari pihak afiliasi yaitu Janto Setiono, Dannie Tjiandra, dan Bobby Kandiawan dengan harga Rp28 miliar. Tujuannya untuk mengurangi biaya sewa perseroan, dan juga pengembangan perseroan ke depan. Transaksi itu, akan dilakukan paling lambat tiga bulan setelah dana IPO diterima.

Lalu, sisa 61,31 persen untuk modal kerja perseroan yaitu untuk pembelian bahan baku, dan beban operasional. Selain mencatat saham, perseroan juga menerbitkan waran seri I 130 juta lembar atau 14,40 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh perseroan pada saat pendaftaran.

Waran Seri I itu, diberikan cuma-cuma kepada para pemegang saham baru perseroan dengan perbandingan setiap pemegang 3 saham baru akan memperoleh 1 waran seri I dengan harga exercise Rp250 per lembar. Kalau seluruh waran diexercise para pemegang saham, perseroan akan memperoleh tambahan modal maksimal Rp32,50 miliar. Nantinya, dana waran 100 persen untuk modal kerja perseroan. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

12 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

12 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

12 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

15 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

16 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

17 hours ago