Jakarta – Proses akusisi PT Bank Permata Tbk (Permatabank) oleh Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) saat ini masih dalam tahap persetujuan regulator keuangan dalam hal ini Otortias Jasa Keuangan (OJK) dan Bank of Thailand (BOT).
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan Permatabank Lea Setianti Kusumawijaya saat menghadiri konfrensi pers mengenai kinerja tahun 2019. Lea memperkirakan, finalisasi pengakusisian akan rampung pada kuartal III-2020.
“OJK masih mereview ini kembali (proses akusisi) dan kemudian dari situ kalau sudah baru kita akan umumkan lalu RUPS baru masuk lagi ke OJK untuk persetujuan. Kalau dihitung hitung semua memang jatuhnya diperkirakan di kuartal III tahun ini, tapi ini proses bergantung pada OJK dan Bank of Thailand tapi diharapkan tahun ini,” jelas Lea di Jakarta, Rabu 19 Febuari 2020.
Menurutnya, saat ini kedua belah pihak baik PermataBank maupun Bangkok Bank masih melengkapi 3 dokumen pendukung dalam hal pengakusisian tersebut. Dimana salah satu dokumen tersebut adalah draft rencana akusisi.
“Artinya memang proses ini membutuhkan waktu bahwa dalam POJK harus ada tiga dokumen utama yakni pertama draft rencana akusisi, kemudian kedua draft akta pengalihan saham, dan ketiga itu tentunya dokumen fit and proper test dari Bangkok Bank sebagai pemegang saham yang baru,” tambah Lea.
Sebagai informasi, Bangkok Bank pada 12 Desember 2019 lalu telah mengumumkan pembelian saham bersyarat dengan Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk. untuk mengakuisisi total 89,12% kepemilikan sahamnya di PT Bank Permata Tbk. Indonesia.
Tercatat Bangkok Bank mengantisipasi penawaran tender wajib (mandatory tender offer) untuk sisa 10,88% saham di Permata setelah merampungkan akuisisi saham kepemilikan sebesar 89,12%. Transaksi akan dilaksanakan berdasarkan penilaian yang disepakati sebesar 1,77 kali lipat dari nilai buku PermataBank. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More