Categories: Analisis

Akuntabilitas dan Transparansi Jadi Kunci Hadapi MEA

Akuntabilitas dan Tranparansi Informasi jadi modal penting perusahaan domestik menghadapi MEA. Ria Martati

Jakarta–Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menilai pentingnya pengelolaan perusahaan yang baik sebagai modal menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Ini dapat meningkatkan daya saing usaha saat menghadapi MEA, di samping tentunya melalui penciptaan produk dan jasa yang lebih kompetitif, dan mampu memenuhi dinamika kebutuhan pasar,” ujar Muliaman dalam sambutannya pada acara Annual Report Award 2014 di Jakarta, Selasa malam, 22 September 2015.

Dalam menghadapi MEA, perusahaan-perusahaan di Indonesia juga harus mampu bersaing di dalam aspek pengelolaan perusahaan yang baik dengan mengedepankan etika dalam setiap aspek kegiatan bisnis dan usaha yang dijalankan, terutama melalui implementasi prinsip akuntabilitas dan transparansi informasi.

“Dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi, akan tercipta suatu trust dan rasa aman bagi para pemodal dalam mengeluarkan dana atau investasinya terhadap perusahaan,” tambahnya.

Muliaman menyontohkan kejadian yang erjadi pada perusahaan teknologi raksasa asal Jepang, Toshiba Corp., yang diduga telah melakukan creative accounting dengan memalsukan atau melakukan manipulasi atas laporan keuangan perusahaanya, bisa menjadi contoh buruknya akuntabilitas dan keterbukaan informasi.

Jajaran petinggi perusahaan atau board of directors telah dengan sengaja membesar-besarkan keuntungan atau pendapatan yang diperoleh peusahaan untuk suatu tujuan tertentu. Hasil dari penyelidikan Komite Independen maka direkomendasikan bahwa Toshiba membutuhkan perbaikan dalam aspek tata kelola perusahaan.

“Jadi prinsip governance saya kira bisa diterapkan di perusahaan. Sukses di bisnis keuagan kalau tidak menerapkan prinsip governance saya rasa akan sirna,” tambahnya.

Untuk menghadapi MEA, menurutnya OJK telah menyiapkan tiga strategi utama pada sektor jasa keuangan. Pertama adalah bagaimana sektor jasa keuangan dapat mengoptimalkanperan dalam meningkatkan kegiatan ekonomi. Kedua, bagaimana meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan untuk mewujubkan stabilitas perekonomian, dan bagaimana mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ketiga, bagaimana sektor jasa keuangan dapat berperan dalam meningkatakan akses keuangan dan kemandirian finasial masyarakat serta mendukung upaya peningkatan pemerintaan dalam pembangunan. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

40 mins ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

13 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

14 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

20 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

21 hours ago