Presiden Direktur Akulaku Finance, Perry Barman Slangor saat Media Gathering dan Iftar Bersama di Jakarta, Senin, 17 Maret 2025. (Foto: Steven Widjaja
Jakarta – PT Akulaku Finance Indonesia menargetkan penyaluran pembiayaan baru naik 52 persen atau sebesar Rp9,1 triliun pada 2025. Untuk mencapai target tersebut, Akulaku akan mengandalkan lini bisnis utamanya yakni Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor menjelaskan perusahaan akan meningkatkan ekspansi layanan BNPL dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan aset. Di samping itu, untuk meningkatkan daya saing dan menjaga keberlanjutan bisnis, diversifikasi sumber pendanaan juga bakal menjadi fokus utama Akulaku di tahun ini.
“Dengan pendekatan ini, kami optimistis dapat menjaga kelangsungan ekspansi sesuai rencana serta memperkuat posisi kami sebagai salah satu pemain utama di industri pembiayaan digital,” ujar Perry saat acara Media Gathering dan Iftar Bersama di Jakarta, Senin, 17 Maret 2025.
Baca juga: BNC Right Issue 1,31 Miliar Saham, Akulaku Jadi Standby Buyer
Sementara itu, Direktur Keuangan Akulaku Finance, Aan Setiawandi mengungkapkan, penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp6 triliun telah terwujud sepanjang 2024. Sedangkan non-performing financing (NPF) Net berada di level 1,1 persen.
“Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan dapat membukukan Rp9,1 triliun pembiayaan baru, atau tumbuh 52 persen dari tahun sebelumnya,” imbuh Aan.
Untuk mencapai target tersebut, Aan menerangkan jika sejumlah strategi bakal diterapkan, antara lain meningkatkan ekspansi mitra, mendiversifikasi sumber pendanaan, inovasi teknologi, serta penguatan sinergi dengan ekosistem Akulaku Group baik dari sisi penawaran produk maupun pendanaan.
“Sejumlah strategi tersebut akan menjadi kunci dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Baca juga: OJK Cabut Sanksi PKU, Paylater Akulaku Kini Aktif Lagi
Berdasarkan data OJK per Februari 2025, sektor BNPL Indonesia secara konsisten mencatat pertumbuhan yang tinggi secara tahunan. Per Januari 2025, baki debet kredit BNPL tumbuh 46,45 persen secara tahunan menjadi Rp22,57 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 24,44 juta dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 23,99 juta. (*) Steven Widjaja
Poin Penting PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memberangkatkan 500 peserta dalam Program Mudik Gratis BUMN… Read More
Poin Penting Danantara Indonesia genap satu tahun, fokus memperkuat tata kelola dan fondasi pengelolaan aset… Read More
Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More