Jakarta – Proses akuisisi bisnis consumer banking Citi Indonesia oleh UOB Indonesia ditargetkan akan rampung pada semester II 2023. Seperti apa perkembanganya?
Dijelaskan Maya Rizano, Head of Strategic Communications UOB Indonesia, saat ini proses migrasi akuisisi bisnis consumer banking Citi Indonesia terus berjalan.
“Setelah mengakuisisi consumer banking Citi Indonesia ke UOB Indonesia pada 14 Januari 2022, proses migrasinya terus berjalan,” ujar Maya di Jakarta, Selasa, 21 Maret 2023.
Dia melanjutkan, migrasi akuisisi tersebut memang melibatkan banyak aspek. Mulai dari migrasi karyawan, sistem, dan konsumen atau nasabah.
“Semua diharapkan berjalan lancar,” tambah Maya.
Ketika ditanya soal target akuisisi rampung pada akhir Juni 2023, Maya kembali menegaskan pihaknya akan berencana meluncurkan rampungnya akuisisi tersebut dalam waktu dekat.
“Oh nggak (akhir Juni), kita akan luncurkan, tapi kita belum bisa katakan tepatnya kapan. Dalam waktu dekat akan diberitahu,” jelas Maya.
Sekadar informasi, UOB Group mengakuisisi bisnis consumer banking Citigroup di empat negara ini senilai 5 miliar dolar Singapura atau setara Rp53,21 triliun.
Nilai tersebut mencakup portofolio bisnis pinjaman tanpa agunan dan pinjaman beragunan, wealth management dan retail deposit atau tabungan segmen ritel.
Citi Indonesia menargetkan proses jual beli aset serta liabilitas yang terkait dengan consumer banking kepada UOB Indonesia akan selesai pada 2023.
Citi Indonesia sendiri telah menandatangani perjanjian jual beli aset dan liabilitas bisnis consumer banking dengan UOB untuk memastikan transisi yang mulus bagi pelanggan, karyawan, dan mitra.(*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More