Bank Pundi; Dibidik Pemda Banten. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku masih menunggu Pemerintah Provinsi Banten mengajukan nama pemegang saham pengendali (PSP) terkait rencana akuisisi PT Bank Pundi Indonesia Tbk melalui PT Banten Global Development.
Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK, Irwan Lubis di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2016. Menurutnya, saat ini proses akuisisi Bank Pundi oleh Pemprov Banten berjalan normal dan sesuai aturan.
“Sejauh ini kami belum menerima pengajuan nama Pemegang Saham Pengendali Bank Pundi. Selanjutnya kami akan meneliti lebih lanjut dokumen-dokumen, dan melaksanakan fit and proper test,” ujarnya.
Lebih lanjut Irwan mengungkapkan, bahwa rencana pembentukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten dengan mengakuisisi Bank Pundi sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 5/2013 tentang Pembentukan BPD Banten.
“Sudah ada Perda (Pemrov Banten) yang mengatakan tentang pembentukan bank. Di sini, Pemda Banten memilih pendirian bank baru atau akuisisi. Yang mereka minati adalah mengakuisisi Bank Pundi,” ucapnya.
Dia menilai, sejauh ini proses akuisisi yang dilakukan Pemprov Banten melalui PT BGD sudah berjalan sesuai aturan. “Badan hukum calon investor sudah jelas, dananya jelas, sumber dana juga jelas dan rencana bisnisnya pun jelas,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More
Poin Penting BBRI membagikan dividen Rp52,10 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp56,65 triliun, dengan… Read More