Categories: Market Update

Aksi Profit Taking, Bawa IHSG ke Arus Zona Merah

Mayoritas sektoral saham di lantai bursa hari ini kompak melemah mengerek turun IHSG. Penguatan hanya terjadi pada saham sektor finance sebesar 0,2%. Dwitya Putra

Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 43,968 poin atau 0,91% ke level 4.806,564 pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2015. Sementara Indeks LQ45 anjlok 8,668 poin atau 1,05% ke level 818,886.

Derasnya aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan investor di berbagai sektor saham jadi pemicu IHSG hari ini bergerak di zona merah. Kondisi tersebut membuat mayoritas sektoral saham dilantai bursa kompak melemah.

Penguatan indeks sektoral sendiri hanya terjadi pada saham sektor finance sebesar 0,2%. Pelemahan paling dalam diderita sektor industri dasar sebesar 2,3%.

Perdagangan hari ini sendiri berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 196.608 kali dengan volume 4,514 miliar lembar saham senilai Rp4,97 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 174 turun, dan sisanya 103 saham stagnan.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp1.475 ke Rp47.375, United Tractor (UNTR) turun Rp900 ke Rp19.300, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp775 ke Rp7.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp750 ke Rp38.450. (*)

@dwitya_putra14

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank BJB Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon hingga 6,30 Persen

Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More

10 mins ago

Transaksi QRIS Melesat, Tumbuh 131,47 Persen di Januari 2026

Poin Penting Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.… Read More

20 mins ago

Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Luar DKI, Ini Cara Daftarnya

Poin Penting Program mudik gratis Jakarta 2026 terbuka bagi warga luar DKI, meski KTP DKI… Read More

23 mins ago

Bos BRI: Fundamental Perbankan Solid, tapi Tantangan dari Sisi Permintaan Kredit

Poin Penting Menurut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, likuiditas dan modal kuat perbankan kuat, dengan… Read More

28 mins ago

Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Poin Penting Bank Mandiri mencatat kredit tumbuh 15,62% YoY menjadi Rp1.511,4 triliun dan laba bersih… Read More

36 mins ago

E-Retribusi Resmi Berlaku di Gilimanuk, Bank BPD Bali Perkuat Digitalisasi Layanan

Poin Penting E-retribusi resmi diterapkan di Terminal dan area manuver Gilimanuk dengan dukungan perangkat CSR… Read More

52 mins ago