Market Update

Akselerasi Transformasi Bisnis Hijau, TBS Siapkan Capex USD600 Juta hingga 2030

Poin Penting

  • TBS Energi Utama menyiapkan capex sebesar USD600 juta hingga 2030 untuk mempercepat transformasi menuju bisnis hijau, mencakup tiga pilar utama: pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.
  • Transformasi ini ditandai dengan identitas dan logo baru TBS, sebagai kelanjutan dari inisiatif TBS2030 menuju target netral karbon.
  • Komposisi bisnis batu bara TBS kini mulai berkurang, sementara sektor waste management, energi hijau, dan kendaraan listrik menjadi fokus pertumbuhan baru yang memberikan nilai ekonomi dan sosial.

Jakarta – PT TBS Energi Utama Tbk melanjutkan transformasi menuju bisnis hijau dan berkelanjutan. Emiten berkode saham TOBA ini semakin meninggalkan bisnis batu bara, dan mengakselerasi tiga pilar utama bisnis hijau, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Langkah strategis TBS Energi Utama menjalankan transformasi bisnis ditegaskan juga melalui identitas baru, sebagai kelanjutan dari inisiatif TBS2030, peta jalan menuju netral karbon yang diluncurkan pada 2021.

Dalam acara TBS Re/define di Jakarta, Rabu, 12 November 2025, perseroan memperkenalkan indentitas baru sekaligus simbol kesiapan menuju bisnis masa depan yang lebih hijau.

Logo baru TBS menjadi elemen paling nyata dari identitas perusahaan karena mewakili jati diri, nilai yang diperjuangkan, dan cara TBS berkontribusi serta berinteraksi dengan lingkungannya.

Baca juga: Fokus Transisi Menuju Bisnis Hijau, Begini Kinerja TBS Energi Utama di Semester I 2025

Presiden Direktur & CEO TBS, Dicky Yordan menegaskan, transformasi ini bukan hanya soal identitas baru, tapi sekaligus representasi perjalanan panjang TBS menjadi perusahaan yang fokus pada bisnis berkelanjutan.

“Kini kami memasuki babak baru, memperkuat sinergi lintas unit bisnis, dan menghadirkan solusi hijau yang memberi nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

Tiga Pilar Bisnis Hijau: Limbah, Energi Terbarukan, dan Kendaraan Listrik

Ambisi TBS menuju bisnis hijau gencar diwujudkan dalam tiga tahun terakhir. Perseroan memperkuat kehadirannya di sektor pengelolaan limbah melalui akuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan ARAH Environmental Indonesia (ARAH).

Kemudian, TBS juga melakukan akuisisi penuh terhadap Sembcorp Environment Pte. Ltd. (SembEnviro) di Singapura, yang kini bertransformasi menjadi CORA Environment.

Integrasi itu menandai ekspansi regional TBS sekaligus memperkuat kapabilitas operasional, teknologi, dan skala bisnis di Asia Tenggara.

Baca juga: TBS Energi Utama (TOBA) Catat Penurunan Pendapatan 31 Persen, Ini Penyebabnya

Sementara, di sektor energi terbarukan, TBS telah mengoperasikan pembangkit listrik mikrohidro 2×3 MW di Lampung sejak Januari 2025.

Lalu, proyek Tembesi Floating Solar Power Plant berkapasitas 46 MWp di Batam, hasil kolaborasi dengan PLN Nusantara Power, kini sudah masuk tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan 2026.

Di sektor kendaraan listrik, melalui Electrum, perseroan memperkuat pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi. Mulai dari perakitan kendaraan, teknologi baterai, infrastruktur penukaran baterai, dan pembiayaan hijau. Inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan pengemudi.

Capex USD600 Juta dan Perubahan Portofolio Bisnis

Transformasi bisnis yang dilakukan TBS tentu berimbas pada komposisi portofolio bisnisnya. Saat ini, porsi bisnis batu bara memang masih relatif besar.

Tapi ke depan akan semakin mengecil, seiring pertumbuhan tiga pilar utama bisnis hijau. Apalagi, perseroan sudah berkomitmen mempercepat dekarbonisasi aset, termasuk dengan divestasi PLTU yang sudah dilakukan.

Director & CFO TBS Energi Utama, Juli Oktarina mengatakan, bisnis batu bara TBS masih akan tetap ada, paling tidak untuk beberapa tahun ke depan. Saat ini, perseroan sudah menyiapkan fase transisi, termasuk juga penutupan tambang sesuai regulasi yang ada.

“Saat ini memang komposisinya batu bara itu masih ada, masih ada sekitar 50 persenan, tahun ke depannya pasti akan lebih besar dari sisi bisnis-bisnis baru, terutama waste management. Along the way batu bara kita juga makin sedikit sehingga produksi kita akan semakin mengecil,” papar Juli.

Untuk menopang akselerasi pertumbuhan tiga pilar bisnis baru, TBS pun menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) jumbo. Hingga 2030, perseroan mengalokasikan investasi sebesar USD600 juta.

Baca juga: F1PowerBoat Danau Toba Raup Ekonomi Rp330 Miliar

Sebagai tambahan, hari ini, TBS juga memperkenalkan TBS Foundation, platform yang fokus pada social value creation dan pengembangan inisiatif sosial perusahaan.

Sebagai bagian dari upaya TBS mendorong bisnis rendah karbon, TBS Foundation berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Quality Education, Thought Leadership & Policy Advocacy, dan Impact Capital.

“Melalui TBS Foundation, kami ingin memastikan setiap langkah bisnis TBS membawa manfaat sosial yang terukur dan berkelanjutan,” pungkas Juli yang juga merupakan Chairwoman TBS Foundation. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Recent Posts

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

11 mins ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

28 mins ago

IHSG Ditutup Anjlok 1,37 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More

58 mins ago

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

1 hour ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

1 hour ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

1 hour ago