Jakarta – Perusahaan insurtech, Sunday Ins Holding (Sunday), mengumumkan penyelesaian proses akuisisi PT KSK Insurance Indonesia. Proses akuisisi 99 persen saham KSK Insurance Indonesia itu dituntaskan pada Januari 2024 lalu, dan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Akuisisi KSK Insurance Indonesia ini menjadikan Sunday salah satu grup insurtech terbesar, dan sepenuhnya berlisensi di dua pasar asuransi umum terbesar di regional Asia Tenggara. Pendapatannya tembus USD100 juta.
Perusahaan full stack insurtech Sunday pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2022. Sunday berambisi menjadi market leader sebagai grup asuransi digital pertama yang menerapkan AI/ML dan arsitektur layanan mikro dengan memberikan pengalaman serta layanan pelanggan terbaik di seluruh rantai nilai asuransi, mencakup asuransi kesehatan, asuransi kendaraan bermotor, produk komersial, serta produk retail lainnya.
Baca juga: Disrupsi Teknologi, Askrindo Sosialisasikan Pembelian Asuransi Suretyship Secara Digital
Fokus pada inovasi dan otomasi produk, Sunday menjadi tumbuh organik dua kali lipat secara regional, dengan premi terjual mencapai USD70 juta pada 2023.
Sementara, KSK Insurance Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri, yakni sebesar 35 persen, dengan total premi bruto tertanggung mencapai USD40 juta pada 2023. Premi itu mencakup asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, dan asuransi kargo. Lewat kolaborasi dengan Sunday, KSK Insurance Indonesia meraup premi senilai lebih dari USD10 juta pada 2023.
Akuisisi terhadap KSK Insurance Indonesia, akan mempercepat pertumbuhan lini bisnis yang kini berpusat pada inovasi produk dan alternatif saluran distribusi baru dalam skala nasional.
Baca juga: Gara-gara Lini Bisnis Ini, Klaim Asuransi Umum Melonjak Jadi Rp46,13 Triliun
CEO dan Co-Founder Sunday, Cindy Kua mengungkapkan, pihaknya sangat optimis terhadap prospek pertumbuhan dan kolaborasi digital. Kemitraan ini menandakan komitmen Sunday di Indonesia dan misi kami untuk menjadi grup insurtech terdepan di wilayah ini.
“Fokus utama dan terdekat kami adalah untuk memperluas solusi produk kami kepada semua klien korporat, mitra, agen, dan broker dalam ekosistem kami untuk melayani masyarakat kelas menengah yang jumlahnya terus tumbuh dengan layanan klaim, gaya hidup, dan pencegahan risiko yang lebih baik,” tuturnya dalam keterangan resmi, Kamis, 7 Maret 2024. (*) Ari Astriawan
Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More
Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More