Jakarta – PT Bank Mandiri menorehkan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 18,5% year on year dari Rp1.024 triliun di September 2020 menjadi Rp1.214 triliun di akhir September 2021.
“Pertumbuhan DPK ini utamanya disumbang dari sisi dana murah atau current account and saving account (CASA) yang turut berkontribusi menjaga Cost of Fund (YTD) Bank Mandiri di angka 1,62%,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, saat memaparkan kinerja Bank Mandiri kuartal III 2021, di Jakarta, Kamis, 28 Oktober 2021.
Pertumbuhan CASA ini pun menghasilkan peningkatan aset Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp1.637,95 triliun, atau tumbuh 16,44% year on year. Pertumbuhan DPK ini tentunya tak lepas dari efek akselerasi digitalisasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri.
Darmawan Junaidi mengungkapkan sudah lebih dari 98% transaksi retail Bank Mandiri bisa dilakukan secara digital. Aplikasi Super App Livin’ by Mandiri untuk nasabah perorangan dan Wholesale Digital Super Platform KOPRA by Mandiri untuk nasabah perusahaan hadir untuk semakin memudahkan konsumen.
“Menginjak usia ke-23 tahun, Bank Mandiri telah siap dan memiliki modal yang kuat untuk mengakselerasi pengembangan layanan perbankan digital bagi segmen nasabah ritel maupun wholesale, serta tumbuh menjadi pemimpin dalam customer experience,” ucap Darmawan lagi. (*) Steven Widjaja
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More