News Update

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting

  • Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja (80% asal Batang) ke Zhijiang, Hubei, untuk pelatihan produksi, QA, teknisi, hingga sistem teknologi.
  • Pelatihan dua gelombang (Nov 2025–Juni 2026) membekali karyawan dengan kompetensi teknis dan manajerial agar siap mengoperasikan fasilitas di Batang sesuai standar global.
  • Investasi ditargetkan menyerap hingga 3.500 pekerja lokal, dengan proyeksi dalam lima tahun operasional perusahaan sepenuhnya dikelola SDM Indonesia melalui transfer teknologi bertahap.

Jakarta – KEK Industropolis Batang menunjukkan aksi nyata dalam investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Salah satu tenant-nya, PT Ace Medical Products Indonesia, mengirim 156 karyawan untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, China.

Program ini menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat lokal sekaligus transfer teknologi di KEK Industropolis Batang. Dari total peserta, 117 orang atau 80 persen di antaranya adalah tenaga kerja asal Batang.

Program pelatihan digelar dalam dua gelombang. Periode I pada November 2025–Februari 2026 dan Periode II pada Maret–Juni 2026.

Baca juga: KEK Industropolis Batang Pikat Investor Global di China Conference Southeast Asia 2026

Menurut HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, pelatihan dilakukan langsung di fasilitas Tiongkok karena seluruh sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, dan trainer masih terpusat di sana.

“Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Dengan demikian, saat fasilitas di Batang mulai beroperasi, mereka telah siap bekerja sesuai standar global,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu, 25 Februari 2026.

Bekal Teknis dan Manajerial

Adapun kompetensi yang dipelajari mencakup operator dan operator mesin produksi, quality assurance (QA), teknisi mesin, sterilisasi, waste water management, production material control (PMC), hingga sistem dan teknologi produksi.

Pelatihan ini tidak sekadar penguatan aspek teknis, tapi juga kemampuan manajerial sesuai jabatan masing-masing karyawan.

Baca juga: Ancaman Siber Kian Masif, Perbankan RI Masih Kekurangan Talenta Digital

Mokhammad Bima Dewanda, salah satu peserta asal Desa Subah, Batang, yang saat ini menjabat sebagai Material Control, mengatakan, kesempatan mengikuti program ini menjadi pengalaman yang mengubah perspektifnya.

Jebolan SMKN 1 Kandeman jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik itu mengetahui lowongan melalui situs web Batang Career dan mengikuti proses rekrutmen hingga akhirnya terpilih mengikuti pelatihan ke China.

Tantangan terbesarnya adalah bahasa dan mempelajari sistem baru seperti SAP dan pengelolaan data, karena latar belakang pendidikanya di teknik kelistrikan. Namun, budaya kerja di China terbuka terhadap proses belajar. Itu sangat membantu peserta.

“Di sana tidak ada istilah tidak bisa. Mereka sangat terbuka dan senang jika kita mau belajar. Ilmu yang saya dapat akan saya terapkan dan bagikan kepada rekan kerja di Batang,” imbuhnya.

Target 3.500 Tenaga Kerja dan Kemandirian SDM

Manajemen Allmed China menargetkan dalam lima tahun ke depan operasional PT Ace Medical Products Indonesia sepenuhnya dikelola tenaga kerja Indonesia. Sepulang dari pelatihan, peserta akan ditempatkan sesuai posisi masing-masing dan mentransfer pengetahuan kepada karyawan baru melalui mekanisme kontrol serta evaluasi berkelanjutan.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, yang mengunjungi peserta pelatihan di China, menyampaikan, investasi perusahaan ini ditargetkan menyerap hingga 3.500 tenaga kerja, dengan prioritas utama masyarakat Batang.

“Ini bukan hanya tentang penyerapan tenaga kerja, tetapi tentang peningkatan kapasitas, alih teknologi, dan pembentukan etos kerja global yang akan memperkuat daya saing industri di Batang,” jelasnya.

Baca juga: Lewat Industropolis Festival, KEK Batang Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Sementara, Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, mengatakan, program ini mencerminkan model investasi berkualitas yang dikembangkan di kawasan. KEK Industropolis Batang tidak hanya membangun fasilitas produksi, tapi juga kapasitas SDM di dalamnya.

“Pengiriman tenaga kerja lokal untuk training langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan knowledge sharing yang nyata. Inilah fondasi daya saing industri jangka panjang,” kata Burhan.

Saat ini, sebagian besar operasional perusahaan dijalankan oleh tenaga kerja lokal. Sementara posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan alih keahlian. Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

4 mins ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

2 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

3 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

3 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

3 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

4 hours ago