Market Update

Akhirnya Rebound, IHSG Ditutup Menguat 0,43%

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup bertahan di zona hijau sebesar 29,48 poin atau menguat 0,43% ke level 6.839 setelah tiga hari berturut-turut terkoreksi dari dibuka di level 6.810 pada pembukaan perdagangan hari ini (23/2).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 270 saham terkoreksi, 246 saham menguat, dan 198 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 14,86 miliar saham diperdagangkan dengan 956 ribu kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,92 triliun.

Pergerakan ke zona hijau tersebut juga diikuti oleh indeks IDX30 yang menguat 0,48% menjadi 490,74, LQ45 menguat 0,47% menjadi 944,43, JII menguat 0,75% menjadi 580,54, dan SRI-KEHATI menguat 0,93% menjadi 420,16.

Kemudian, hanya sebagian sektor yang mengalami pelemahan diantaranya, sektor non-siklikal yang melemah 0,35%, serta sektor bahan baku melemah 0,29%.

Sedangkan, sektor lainnya menunjukan penguatan, sektor tersebut diantaranya, sektor transportasi menguat 1,24%, sektor properti menguat 1,07%, sektor industrial menguat 0,70%, sektor energi menguat 0,49%, sektor infrastruktur menguat 0,31%, sektor siklikal menguat 0,26%, sektor kesehatan dan keuangan menguat 0,25%, serta sektor teknologi menguat 0,14%.

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI). Sedangkan saham top losers adalah PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC), PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

43 mins ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

6 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

6 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

6 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago