Market Update

Akhiri Perdagangan 2024, IHSG Ditutup Semringah ke Level 7.079

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 30 Desember 2024 sebagai hari terakhir perdagangan, ditutup menghijau ke level 7.079,90 atau naik 0,62 persen dari dibuka pada level 7.036,57.

“Dengan pasar modal yang kuat adalah fondasi yang kokoh untuk Indonesia emas. Demikian sambutan kami dalam penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2024 ini. Semoga tahun depan kita dapat mencapai kinerja yang lebih baik dan lebih optimal. Maju terus pasar modal Indonesia,” ucap Inarno dalam sambutannya di Gedung BEI, 30 Desember 2024.

Perdagangan BEI Tahun 2024 ditutup langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diawali dengan sambutan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi.

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 251 saham terkoreksi, 338 saham menguat, dan 210 tetap tidak berubah. Sebanyak 25,35 miliar saham diperdagangkan dengan 1,00 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp12,13 triliun. 

Kemudian, beberapa indeks dalam negeri turut mengalami penguatan, dengan IDX30 naik 0,06 persen menjadi 423,48, LQ45 menguat 0,18 persen menjadi 826,65, dan JII meningkat 0,73 persen menjadi 484,37. Sedangkan, Sri-Kehati merosot 0,33 persen menjadi 375,31.

Lalu, mayoritas sektor bergerak naik. Ini tercermin dari sektor teknologi menguat 3,01 persen, sektor non-siklikal meningkat 2,28 persen, sektor properti naik 2,26 persen, sektor industrial meningkat 1,68 persen, dan sektor siklikal menguat 1,65 persen.

Baca juga: Kinerja BEI 2024: Bawa 41 Perusahaan Melantai di Bursa, Masuk 10 Besar IPO Global
Baca juga: PPN Naik 12 Persen, BEI Lakukan Penyesuaian Tarif Transaksi Saham

Kemudian, sektor bahan baku naik 1,22 persen, sektor energi meningkat 1,17 persen, sektor kesehatan menguat 1,05 persen, sektor infrastruktur naik 0,64 persen, dan sektor transportasi meningkat 0,59 persen.

Sedangkan, hanya sektor keuangan yang mengalami pelemahan sebanyak 0,28 persen didukung oleh saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang turun sebanyak 1,72 persen. 

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU).

Sedangkan saham top losers adalah PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

22 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

11 hours ago