Ilustrasi: Dolar makin menguat pasca kemenangan Donald Trump di Pilpres 2024. (Foto: istimewa)
Jakarta – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memandang, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari ini masih dalam mekanisme market dan masih wajar jelang akhir tahun.
Menurutnya, pada akhir tahun para eksportir cenderung untuk menukarkan dolarnya ke rupiah seiring dengan tingginya angka permintaan ekspor.
“Kita lihatnya penguatan rupiahnya ini di market ya, karena memang ada kebutuhan ekspor impor akhir tahun yang tinggi. Jadi dollar dalam ekspor masih butuh ke rupiah karena memang akhir tahun ada ketersediaan dolar-nya,” jelas Destry di Jakarta, Jumat 27 Desember 2019.
Dirinya berharap rupiah masih dapat stabil dan cenderung menguat hingga dipenghujung tahun 2019. Dimana salah satu cara untuk dapat menstabilkan nilai tukar ialah melalui implementasi Sistem informasi Monitoring Devisa terintegrasi Seketika (SiMoDIS) yang mulai diterapkan pada 1 Januari 2020.
Sebagai informasi, pada perdagangan pagi hari ini (27/12) Kurs Rupiah berada di level Rp13.955/US$ posisi tersebut menguat bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (26/12) yang masih berada di level Rp13.958/US$.
Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (27/12) kurs rupiah berada pada posisi Rp13.956/ US$ terlihat menguat dari posisi Rp13.982/US$ pada perdagangan kemarin (26/12). (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More