Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (10/2) indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi ke zona merah di level 6.872 atau melemah 0,36%.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 542 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 19 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp233 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 109 saham terkoreksi, sebanyak 110 saham menguat dan sebanyak 243 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Surya Fajar (SF) Sekuritas, melihat IHSG berakhir di bawah level support 6920 dan breakdown support trendline rising wedge pada perdagangan kemarin (9/2), sehingga terbuka peluang pelemahan pada perdagangan hari ini untuk kembali menguji support level 6830 dan level resistance 6920.
Sedangkan, untuk sentimen pasar hari ini masih akan cenderung positif. Tekanan kemarin terjadi lebih disebabkan oleh penurunan saham GOTO. Sedangkan, saham-saham big cap bank yang memiliki korelasi dengan kondisi makroekonomi cenderung stabil.
“Bahkan investor asing masih tetap membukukan net buy yang signifikan di saham-saham big cap bank,” tulis tim riset SF Sekuritas dalam riset harian di Jakarta, 10 Februari 2023.
Lalu, dalam sepekan terakhir investor asing telah mencetak net buy sebesar Rp2,7 triliun di pasar saham reguler dan pasar bersiap menantikan rilis
inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan melanjutkan pelemahan.
Meski begitu, IHSG berakhir melemah pada perdagangan kemarin (10/2), dimana sektor
teknologi menjadi pemberat pergerakan IHSG dengan GOTO berakhir melemah 6,7% (ARB), EMTK melemah 6,8% (ARB), WIRG melemah 6,9% (ARB), BUKA melemah 4,0%, SCMA melemah 5,3%.
Sementara Big cap Banks hanya mampu menguat tipis dengan BBRI menguat 0,4%, BMRI menguat 0,5%, BBNI menguat 0,8%, BBCA menguat 0,9%, dan di sisi lain, emiten rokok kompak bertahan rally dengan GGRM menguat 6,6%, HMSP menguat 3,3%, WIIM menguat 6,0% di tengah pelemahan IHSG kemarin. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More