News Update

AirNav Gandeng BRI Tingkatkan Layanan Jasa Keuangan

Jakarta–PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)  Tbk (BRI) bersama Perum Lembaga Penyelengaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia, sepakat untuk meningkatkan kerja sama dukungan fasilitas perbankan yang sudah berjalan.

Sebelumnya pada 2015, BRI telah melayani penyaluran dana operasional (cash dropping) dari Kantor Pusat AirNav Indonesia ke Kantor Pelayanan Navigasi Penerbangan (KPNP) di seluruh Indonesia. Saat ini, kerja sama antara kedua BUMN meningkat termasuk melayani seluruh karyawan AirNav Indonesia dengan berbagai macam jasa layanan perbankan yang dimiliki oleh BRI.

Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut, Corporate Secretary BRI Hari Siaga menyampaikan, bahwa kerja sama ini untuk meningkatkan nilai tambah bisnis dari kedua perusahaan, salah satunya dengan memberikan layanan keuangan bagi seluruh karyawan AirNav.

Di lain sisi, kata dia, karyawan AirNav juga dapat menikmati berbagai fitur-fitur jasa layanan perbankan yang dimiliki oleh BRI, terlebih saat ini perseroan telah memiliki BRIsat, satelit perbankan yang pertama di dunia yang nantinya akan memberikan banyak kemudahan dalam transaksi keuangan.

Di tempat yang sama, Direktur Utama AirNav Indonesia Bambang Tjahjono menyambut baik atas peningkatan kerja sama antara BRI dan AirNav Indonesia. Menurutnya, BRI merupakan Bank Nasional dengan jaringan kerja yang luas.

Hal ini, jelas dia, sesuai dengan kebutuhan AirNav Indonesia yang memiliki cakupan operasional di seluruh Indonesia dimulai dari operasional di bandara besar di ibukota provinsi sampai dengan bandara-bandara kecil di kabupaten dengan total keseluruhannya 273 bandara di seluruh Indonesia dan akan terus bertambah seiring pertumbuhan dunia penerbangan nasional.

“Karenanya, kerja sama kedua belah pihak akan memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan,” ujar Bambang, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2016.

Dalam kepentingan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan layanan Navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav Indonesia sangat memperhatikan aspek teknologi dan informasi. Karenanya, peluncuran BRISat beberapa waktu lalu juga menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan kerja sama di antara kedua belah pihak.

“Selain itu, kerja sama ini juga meningkatkan sinergi di antara kedua BUMN,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, telah ditandatangani pula 6 (enam) Perjanjian Kerja Sama antara BRI dengan AirNav yang dilakukan oleh Direktur Keuangan AirNav, Triyana dengan Direktur Konsumer BRI, Sis Apik Wijayanto yang meliputi, Layanan Penyaluran Dana Operasional Kantor Pelayanan Navigasi Penerbangan, Penerbitan dan Pengelolaan Co-Branding Card untuk karyawan Perum LPPNPI.

Lalu, Penerbitan AirNav Business Card, Penerbitan BRI Corporate Card, Pemberian Fasilitas Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI pada Car Ownership Program (COP) dan Pemberian Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI pada Home Ownership Program (HOP) dan Pemberian Fasilitas Kredit BRIGUNA. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

56 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

6 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

6 hours ago