Keuangan

Airlangga Ungkap Pembahasan Inklusi Keuangan dan Financial Health dengan Ratu Maxima

Poin Penting

  • Airlangga dan Ratu Maxima membahas penguatan inklusi keuangan hingga kesehatan finansial, termasuk literasi, produk perbankan, dan perencanaan keuangan masyarakat.
  • Pemerintah menilai literasi saja tidak cukup, sehingga perlu pengawasan dan edukasi agar masyarakat terhindar dari risiko utang berlebihan, terutama dari pinjaman online.
  • Mandat Dewan Nasional Keuangan Inklusif akan diperluas untuk mencakup kesehatan finansial sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah isu strategis yang dibahas bersama Permaisuri Raja Belanda Willem-Alexander, Ratu Maxima, dalam kunjungannya ke Indonesia pada 24-27 November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Ratu Maxima hadir dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Finansial (United Nations Secretary-General’s Special Advocate for Financial Health/UNSGSA).

Sebagai bagian dari agenda kunjungan, Ratu Maxima melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Kamis, 27 November 2025.

Baca juga: OJK dan Ratu Maxima Sepakati Pengembangan Program Financial Health di Indonesia

Airlangga menjelaskan, pertemuan tersebut membahas berbagai isu penting, mulai dari inklusi keuangan hingga penguatan kesehatan finansial masyarakat.

“Pertama, inclusion dulu, kedua terkait dengan literasi pengetahuan tentang perbankan, ketiga tentu mengenai produk perbankan itu sendiri, saving. Yang berikut adalah financial health,” ujar Airlangga saat ditemui setelah Ministerial Group Meeting dengan Ratu Maxima di Gedung AA Maramis, Jakarta.

Literasi Tak Cukup, Perlu Perencanaan Keuangan Sehat

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa Ratu Maxima menekankan pentingnya edukasi keuangan yang tidak berhenti pada masyarakat yang telah memiliki akses layanan keuangan. Edukasi tersebut juga harus diarahkan pada pembentukan perencanaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Hal ini menjadi semakin relevan seiring maraknya layanan keuangan berisiko tinggi, seperti pinjaman online (pinjol), yang berpotensi membebani masyarakat jika tidak dikelola dengan bijak.

“Monitoring pemerintah menjadi penting. Ini tentu yang akan kami dorong ke depan terkait dengan financial health,” tegas Airlangga.

Baca juga: Ratu Maxima Tegaskan Pentingnya Mengelola Pinjaman Bank dengan Bijak

Sebagai langkah konkret, Airlangga menyatakan pemerintah akan memperluas mandat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) agar turut mencakup aspek kesehatan finansial.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko produk keuangan, khususnya pinjaman berbasis utang.

“Pemerintah melalui OJK bisa monitoring orang, per orang dan jangan sampai mereka over utang. Jadi jangan sampai 50 persen penghasilannya sudah digunakan untuk pinjaman sehingga itu tentu akan memberatkan masa depan mereka,” bebernya.

Rangkaian Agenda Kunjungan Ratu Maxima

Adapun rangkaian acara kedatangan Ratu Maxima pada hari ini yaitu melakukan Ministerial Group Meeting bersama Ketua OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputi Gubernur BI Destry Damayanti, dan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Masyita Crystallin.

Selanjutnya, Ratu Maxima menghadiri acara Fraud and Scam Focus Group serta National Financial Health. Menjelang sore, ia dijadwalkan mengikuti pertemuan bilateral dengan OJK dan konferensi pers bersama media. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

18 hours ago