Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi RI di kuartal III 2024 masih stabil seperti realisasi ekonomi Indonesia di kuartal II 2024 yakni, di level 5,05 persen.
“Proyeksi ya berada di kisaran seperti kemarin aja,” ujar Airlangga di kantornya, Senin, 4 November 2024.
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2024 diperkirakan tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
“Kami mengantisipasi PDB Indonesia tumbuh sebesar 5,03 persen yoy pada kuartal III 2024, sedikit melambat dari pertumbuhan 5,05 persen yoy pada triwulan II 2024,” kata Andry dalam keterangannya, Senin, 4 November 2024.
Baca juga: Airlangga Ungkap Tak Ada Penambahan Kuota Subsidi Motor Listrik Tahun Ini
Secara triwulanan, Bank Mandiri memperkirakan PDB kuartal III 2024 tumbuh sebesar 1,58 persen secara qtq (quartal to quartal), yang mencerminkan lingkungan permintaan domestik yang stabil yang didukung oleh stimulus pemerintah.
Selain itu, belanja pemerintah diproyeksikan menunjukkan pertumbuhan yang kuat, melonjak dari 1,4 persen yoy pada kuartal II 2024 menjadi 7,1 persen yoy pada kuartal III 2024, didorong oleh belanja modal yang lebih tinggi menjelang akhir tahun.
Kemudian investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) diperkirakan naik sebesar 5,1 persen yoy, dengan peningkatan kegiatan infrastruktur dan konstruksi dari proyek pemerintah dan investasi langsung.
Baca juga: Antler Galang Dana SEA Fund II Rp1,1 Triliun untuk Kembangkan Startup Asia Tenggara
Meski demikian, tambah Andry, konsumsi rumah tangga diperkirakan sedikit menurun menjadi 4,7 persen yoy pada kuartal III 2024.
“Dipengaruhi oleh pola pengeluaran musiman tetapi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More