Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Irawati)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keputusan pemerintah untuk meningkatkan porsi free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen tidak akan mengakibatkan pasar modal menjadi sepi.
Airlangga menjelaskan, pemerintah telah menganalisis keputusan tersebut secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan para investor. Kebijakan ini diharapkan dapat mengerek investasi yang masuk ke Indonesia hingga likuiditas yang meningkat.
“Tidak, jadi kita sudah lihat bahwa berapa kebutuhan investor, kalau free float naik kan sebetulnya investasi akan masuk, likuiditas meningkat,” ujar Airlangga di Wisma Danantara, Jumat, 30 Januari 2026.
Baca juga: Dirut BEI Mundur, Purbaya: Ini Positif, Waktunya ‘Serok’ Saham!
Airlangga menyebutkan, selama ini free float di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain seperti, Malaysia 25 persen, Hong Kong 25 persen, Jepang 25 persen, Thailand 15 persen, Singapura dan Filipina 10 persen, dan Inggris 10 persen.
“Jadi kita ambil langkah yang relatif lebih terbuka dan tata kelola lebih baik,” pungkas Airlangga.
Baca juga: BEI Pastikan Kenaikan Free Float ke 15 Persen Tak Ganggu Minat IPO
Menurutnya, dengan free folat yang lebih tinggi, maka pasar saham Indonesia akan lebih stabil dan mengikuti standar internasional.
“Tidak, justru akan meningkatkan kestabilan kita di emerging market. Karena ini sudah setara dengan berbagai negara,” paparnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kadin menilai tarif 19 persen kompetitif, beberapa ekspor bisa turun atau bebas bea… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,53 persen ke 8.317,66, dengan 312 saham menguat, 87 terkoreksi,… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah di Rp16.903/USD, turun 0,05 persen dari penutupan sebelumnya Tekanan dari… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi sideways di level 8.200–8.350, teknikal overbought tapi volume jual naik Ada… Read More
Poin Penting Harga emas naik kompak – Emas Galeri24, UBS, dan Antam masing-masing melonjak Rp28.000–Rp36.000… Read More
Poin Penting Sejak 2–13 Februari 2026, asing membeli bersih saham TUGU Rp15,1 miliar, mendorong harga… Read More