Poin Penting
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai ekonomi Indonesia di 2026 tumbuh lebih baik dibanding tahun ini. Ia memproyeksi pertumbuhannya bisa menyentuh angka 5,4 persen.
“Untuk tahun 2026 yang kita lihat adalah upside risk, Pak Presiden, dengan baseline di 5,4 persen sesuai dengan APBN. Jadi kita berharap dan optimis tahun depan akan lebih baik dari tahun ini,” katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jumat, 28 November 2025.
Ada beberapa aspek pendorong ekonomi yang sudah terlihat jelang penghujung 2025. Yang pertama adalah Mandiri Spending Index pada November 2025 ini yang berada di angka 312 dari baseline 300.
Baca juga: Bos BI: Prospek Ekonomi Global Masih Redup hingga 2027
Selanjutnya, Airlangga melihat investasi dalam negeri yang tumbuh 13,7 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp1.434 triliun, terhitung mulai dari Januari hingga September 2025.
“Kemudian, percepatan realisasi belanja pemerintah per 24 November (2025). Belanja Kementerian dan Lembaga (sebesar) Rp1.109 triliun, dan program prioritas Presiden (sebesar) Rp213 triliun,” imbuhnya.
Airlangga juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) dalam memotong suku bunga acuan. Sepanjang tahun 2025, BI telah memotong BI-Rate sebanyak 125 basis poin. Per November 2025, BI-Rate turun menjadi 4,75 persen.
“Kebijakan tersebut akan mendorong kredit usaha dan belanja,” harap Airlangga.
Baca juga: Hadiri PTBI 2025, Prabowo Klaim Ekonomi RI Tumbuh Menjanjikan
Airlangga juga melihat angka inflasi masih terjaga di kisaran 2,86 persen (yoy). Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan suku bunga BI dan dorongan insentif fiskal pemerintah dalam melakukan ekspektasi inflasi.
“Dengan indikator-indikator tersebut, hampir seluruh risiko pertumbuhan di 2026 sudah dikelola dan diserap di tahun ini,” tutupnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More