Moneter dan Fiskal

Airlangga Pastikan Tarif Trump 19 Persen Sudah Final, Berlaku 1 Agustus 2025?

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pengenaan tarif impor sebesar 19 persen untuk produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS) sudah final.

Airlangga menjelaskan, pemberlakuan tarif tersebut bisa lebih cepat atau bahkan lebih lama dari pada tanggal tenggat waktu yang sebutkan saat masih dikenakan tarif 32 persen atau 1 Agustus 2025 mendatang untuk pengumuman joint statement atau pernyataan bersama secara resmi.

“Jadi artinya beberapa negara yang sudah (sepakat), itu sudah tidak berlaku lagi 1 Agustus. Jadi tentunya yang 1 Agustus adalah mereka yang kemarin dikirim surat. Jadi terhadap negara seperti Inggris, Vietnam, China, dan Indonesia tidak ada lagi 1 Agustus. Nah ini akan ditentukan kemudian menunggu joint statement dan pengumuman lanjutan. Bisa lebih cepat, bisa lebih lama,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin, 21 Juli 2025.

Baca juga: Tarif Trump Turun, Kemenkeu Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen di Akhir 2025

Airlangga menyebutkan, saat ini tarif yang diberlakukan untuk Indonesia masih menggunakan tarif baseline sebesar 10 persen dengan tambahan most favored nation (MFN) yang sesuai dengan komoditas tertentu.

“Tetapi yang tetap berlaku adalah tarif yang 10 persen,” tambahnya.

Baca juga: Tarif Trump 19 Persen Ancam Daya Beli,  INDEF Ingatkan Dampaknya ke RI

Menurut Airlangga, pengenaan tarif 19 persen itu, lebih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam dan Filipina dikenakan tarif 20 persen, Malaysia dan Brunei 25 persen, Kamboja dan Thailand 36 persen, serta Myanmar dan Laos 40 persen.

Kemudian dengan negara pesaing tekstil, seperti Bangladesh dikenakan tarif impor sebesar 35 persen, Sri Lanka 30 persen, Pakistan 29 persen, dan India 27 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

4 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

4 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

4 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

4 hours ago

Rosan: Ekonomi Syariah Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Tensi Geopolitik

Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More

5 hours ago

Ma’ruf Amin Optimistis Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Mampu Tembus 50 Persen

Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More

7 hours ago