Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bakal meninjau kembali aturan penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt.
Hal ini dipicu oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot lebih dari lima persen pada perdagangan sesi I Selasa, 18 Maret 2025. Sebelumnya, trading halt juga terjadi pada masa pandemi Covid-19.
“Kemudian tentu kita melihat juga karena regulasi halt lima persen itu diberlakukan saat Covid dan tentu ini perlu ada review juga mengenai regulasi tersebut,” ucap Airlangga dikutip, 19 Maret 2025.
Baca juga: IHSG Terpuruk, Sri Mulyani Sindir Tata Kelola BUMN
Menanggapi hal tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, menanggapi akan mengkaji evaluasi terkait regulasi trading halt.
“Itu bisa jadi masukan kita dan memang kita biasa melakukan review terkait hal ini gitu ya. Nah, apakah ini akan mungkin diubah? Ya mungkin aja. Tapi kita coba kita kaji dulu deh ya,” ucap Irvan kepada media di Jakarta, 19 Maret 2025.
Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Ditutup Menghijau, Naik Hampir 1 Persen
Irvan menjelaskan perubahan trading halt tersebut sempat dilakukan pada masa pandemi Covid-19 di angka 5, 10, dan 15 persen. Sebelum itu, BEI juga pernah memakai angka 7, 12,5 dan 20 persen.
“Evaluasi trading halt juga bergantung pada perilaku pasar, serta terkait dengan perkembangan dari investor, dan bursa-bursa lainnya,” tutupnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More