Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Irawati)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan bocoran soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2025 yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) besok, Rabu (5/11/2025).
Airlangga mengungkapkan, besaran pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2025 akan konsisten dengan pertumbuhan dalam tujuh tahun terakhir.
“Kuartal III (2025) konsisten dengan pertumbuhan tujuh tahun,” kata Airlangga saat ditemui di Kantornya, Selasa, 4 November 2025.
Sebagai gambaran, kuartal III 2018 atau tujuh tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Baca juga: Ekonom Kompak Ramal Ekonomi RI Melambat di Kuartal III 2025
Kemudian, pada kuartal III 2019 ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen, namun di kuartal III 2020 ekonomi domestik terkontraksi 3,49 persen yoy, disebabkan oleh adanya pembatasan mobilitas karena pandemi Covid-19.
Pada kuartal III 2021 ekonomi kembali tumbuh sebesar 3,51 persen yoy. Sedangkan pada kuartal III 2022 pertumbuhan ekonomi kembali tumbuh di atas 5 persen yakni, 5,72 persen yoy, namun pada kuartal III 2023 dan 2024 ekonomi tumbuh di bawah 5 persen atau masing-masing sebesar 4,94 persen dan 2,95 persen yoy.
Sementara, sejumlah ekonom kompak memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kurtal III 2025 melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,12 persen yoy.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen yoy di kuartal III 2025.
“Pertumbuhan diperkirakan didorong oleh daya tahan belanja rumah tangga dan kinerja eksternal yang membaik, mengimbangi perlambatan aktivitas investasi dan belanja pemerintah,” kata Andry dalam keterangannya, Selasa, 4 November 2025.
Adapun Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI, Ryan Kiryanto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III 2025 berkisar 4,9-5,0 persen yoy, didukung oleh terjaganya pertumbuhan konsumsi rumah tangga sekitar 4,6 persen.
Baca juga: Purbaya Klaim Penempatan Dana ke Himbara Bikin Likuiditas Perekonomian Meningkat
Ryan menyebut, terjaganya investasi langsung (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) baik PMA maupun PMDN yang diprediksi tumbuh berkisar 6 persen. Sementara ekspor juga tumbuh berkisar 8 persen dan impor tumbuh 9 persen. Sedangkan belanja pemerintah tumbuh kuat berkisar 5 persen.
“Secara umum proyeksi pertumbuhan PDB di kuartal III sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2025 yang sebesar 5,12 persen yoy,” kata Ryan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More