Moneter dan Fiskal

Airlangga Kasih Bocoran Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025

Poin Penting

  • Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 akan konsisten dengan tren tujuh tahun terakhir, menandakan stabilitas ekonomi nasional.
  • Data historis menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2018 bergerak di kisaran 3–5 persen, dengan kontraksi hanya terjadi pada masa pandemi 2020.
  • Meski belum diumumkan resmi oleh BPS, pernyataan Airlangga mengindikasikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 masih terjaga, meski tren sebelumnya cenderung melambat.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan bocoran soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2025 yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) besok, Rabu (5/11/2025).

Airlangga mengungkapkan, besaran pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2025 akan konsisten dengan pertumbuhan dalam tujuh tahun terakhir.

“Kuartal III (2025) konsisten dengan pertumbuhan tujuh tahun,” kata Airlangga saat ditemui di Kantornya, Selasa, 4 November 2025.

Sebagai gambaran, kuartal III 2018 atau tujuh tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Baca juga: Ekonom Kompak Ramal Ekonomi RI Melambat di Kuartal III 2025

Kemudian, pada kuartal III 2019 ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen, namun di kuartal III 2020 ekonomi domestik terkontraksi 3,49 persen yoy, disebabkan oleh adanya pembatasan mobilitas karena pandemi Covid-19.

Pada kuartal III 2021 ekonomi kembali tumbuh sebesar 3,51 persen yoy. Sedangkan pada kuartal III 2022 pertumbuhan ekonomi kembali tumbuh di atas 5 persen yakni, 5,72 persen yoy, namun pada kuartal III 2023 dan 2024 ekonomi tumbuh di bawah 5 persen atau masing-masing sebesar 4,94 persen dan 2,95 persen yoy.

Ekonomi Kuartal III 2025 Diproyeksi Melambat

Sementara, sejumlah ekonom kompak memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kurtal III 2025 melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,12 persen yoy.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen yoy di kuartal III 2025.

“Pertumbuhan diperkirakan didorong oleh daya tahan belanja rumah tangga dan kinerja eksternal yang membaik, mengimbangi perlambatan aktivitas investasi dan belanja pemerintah,” kata Andry dalam keterangannya, Selasa, 4 November 2025.

Adapun Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI, Ryan Kiryanto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III 2025 berkisar 4,9-5,0 persen yoy, didukung oleh terjaganya pertumbuhan konsumsi rumah tangga sekitar 4,6 persen.

Baca juga: Purbaya Klaim Penempatan Dana ke Himbara Bikin Likuiditas Perekonomian Meningkat

Ryan menyebut, terjaganya investasi langsung (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) baik PMA maupun PMDN yang diprediksi tumbuh berkisar 6 persen. Sementara ekspor juga tumbuh berkisar 8 persen dan impor tumbuh 9 persen. Sedangkan belanja pemerintah tumbuh kuat berkisar 5 persen.

“Secara umum proyeksi pertumbuhan PDB di kuartal III sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2025 yang sebesar 5,12 persen yoy,” kata Ryan. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

10 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

17 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago