Nasional

Airlangga Jamin Pendanaan JETP Tetap Lanjut Meski AS Cabut

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pendanaan dari Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP) terhadap Indonesia tetap berlanjut meski Amerika Serikat (AS) telah menarik diri dari program tersebut.

“Jadi ditegaskan bahwa keluarnya AS dalam Paris Agreement dan juga support JETP tidak mengurangi komitmen sembilan negara untuk mendukung net zero emission di Indonesia. Jadi tidak ada perubahan dari sana,” jelas Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa, 25 Maret 2025.

Diketahui, di bawah kepemimpinan Donald Trump, AS menarik diri dari konsorsium pendanaan JETP pada 5 Maret 2025 lalu.

Baca juga : IHSG Nyungsep! Prabowo Gercep Panggil Menko Airlangga, Ini yang Dibahas

Sebagai gantinya, Jerman dan Jepang tetap ditunjuk sebagai pengganti untuk memimpin program JETP dengan anggota, yakni Denmark, Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Prancis, dan Uni Eropa.

Negera-negara tersebut saat ini masuk dalam International Partners Group (IPG) untuk membantu Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

“Sebagai bagian dari implementasi JETP, sebanyak 54 proyek telah menerima dukungan pendanaan internasional dengan total komitmen sebesar 1,1 miliar dolar AS,” ujarnya. 

Baca juga : Bertemu CEO Masdar, Menko Airlangga Bahas Ekspansi PLTS Cirata dan Energi Nuklir

Selain itu, sembilan proyek mendapatkan pendanaan dalam bentuk pinjaman atau ekuitas, 45 proyek lainnya menerima hibah senilai USD233 juta. Salah satunya adalah proyek Muara Laboh di Sumatera Barat, yang merupakan program untuk geotermal dan diharapkan bisa beroperasi di 2027. 

“Kemudian juga ada beberapa proyek yang dalam pipeline, baik itu photovoltaic seperti di Saguling, kemudian juga ada beberapa proyek lain seperti dekarbonisasi atau phasing out dari Cirebon power,” bebernya.

Ia menambahkan, IPG juga telah mengamankan jaminan senilai USD1 miliar melalui Multilateral Development Banks (MDB) Guarantee untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek transisi energi bersih. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

23 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

56 mins ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

2 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

2 hours ago