Moneter dan Fiskal

Airlangga: Dampak Konflik AS-Venezuela Belum Pengaruhi Harga Minyak

Poin Penting

  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai konflik geopolitik AS–Venezuela berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia
  • Hingga kini, ketegangan AS–Venezuela belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia maupun imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).
  • Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS menuai kecaman internasional karena dinilai melanggar kedaulatan dan berisiko memperburuk stabilitas regional.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Airlangga mengatakan, konflik geopolitik yang terjadi antara AS dan Venezuela bisa berdampak terhadap harga minyak dunia. Meski demikian, hingga saat ini kondisi tersebut masih belum memberikan dampak ke perekonomian.

“Venezuela nanti dampak pasti ke harga minyak. Tapi sekarang kan dampaknya masih terbatas,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Baca juga: Tensi Geopolitik AS-Venezuela Memanas, Apa Dampaknya ke Pasar Saham RI?

Hingga saat ini, indikator utama seperti harga minyak dunia terpantau stabil di kisaran USD63 per barel tanpa adanya gejolak berarti.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai dampak dari konflik geopolitik antara AS dan Venezuela ini terhadap imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN), Airlangga menyebut hal itu masih belum memberikan dampak. Pasalnya, pemerintah masih mencermati lebih dalam dari geopolitik tersebut.

“Sementara belum,” ucap Airlangga.

Sebagaimana diketahui, AS melakukan operasi militer besar ke Venezuela dan melakukan penangkapan terhadap Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro bersama dengan istrinya.

Tindakan AS tersebut antara lain, didorong berbagai dakwaan seperti konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, hingga konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat perusak.

AS menyebut akan menjalankan negara Venezuela untuk sementara waktu hingga dapat melakukan transisi pemerintahan yang aman, tepat, dan bijaksana.

Baca juga: Rupiah Diramal Melemah Imbas Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Tak hanya itu, AS juga akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika untuk masuk dan menghabiskan miliar dolar, untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak parah dan mulai menghasilkan uang untuk Venezuela.

Namun, hal tersebut menimbulkan reaksi internasional yang mengutuk tindakan AS sebagai pelanggaran kedaulatan dan berisiko memperburuk stabilitas regional. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

RI dan Jepang Sepakat Kerja Sama Rp392,7 Triliun, Dorong Kemitraan Strategis

Poin Penting RI dan Jepang menandatangani 10 MoU dengan nilai total USD23,1 miliar (Rp392,7 triliun).… Read More

9 mins ago

Phishing Kian Marak, BRI Minta Nasabah Kenali Modus Link Palsu

Poin Penting BRI mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap maraknya penipuan digital, khususnya melalui link palsu… Read More

23 mins ago

Soal Praktik Mis-selling, Konsep Pertanggungjawaban Bersyarat Dinilai Lebih Adil bagi Industri Asuransi

Poin Penting Praktik mis-selling PAYDI/Unit Link masih menjadi penyumbang terbesar keluhan konsumen di industri asuransi… Read More

34 mins ago

Bank Jatim Raup Laba Rp1,61 Triliun di 2025, Tumbuh 24,80 Persen

Poin Penting Bank Jatim mencetak laba bersih Rp1,61 triliun pada 2025, naik 24,80 persen yoy,… Read More

47 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 7.053

Poin Penting IHSG berbalik melemah atau ditutup turun 0,53 persen ke level 7.053,77 pada sesi… Read More

1 hour ago

BSI Optimistis Pengguna BYOND by BSI Tembus 10 Juta

Poin Penting Pengguna BYOND by BSI tumbuh 197 persen yoy sejak diluncurkan, mendorong total pengguna… Read More

2 hours ago