News Update

Airlangga Beberkan Potensi Ekonomi Digital Indonesia

Poin Penting

  • Indonesia dinilai sangat potensial bagi investor, didukung GMV e-commerce mencapai USD100 miliar dan ekosistem 3.200 startup serta 7 unicorn
  • Pemerintah menyiapkan 15 ribu talenta digital dan mendorong kerja sama global, termasuk dengan Arm, untuk menghadapi perkembangan AI
  • Potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD2 triliun pada 2030, dengan dukungan kerangka ekonomi digital ASEAN dan ekosistem seperti Grab.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto menjabarkan potensi Indonesia di sektor perekonomian digital. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang potensial bagi investor untuk mengembangkan bisnis.

Salah satu aspek yang Airlangga sampaikan adalah gross merchandise value (GMV) e-commerce di Indonesia yang mencapai USD100 miliar. Indonesia, tambah Airlangga, juga berada di posisi ke-55 dalam Global Innovation Index.

“Salah satu indikatornya dapat dilihat dari kondisi perusahaan startup di Indonesia. Pada tahun 2025, kita memiliki 3.200 startup serta 7 (perusahaan) unicorn berskala global yang beroperasi di sektor bisnis makanan dan minuman, fintech, e-commerce, dan transportasi,” kata Airlangga di acara peluncuran GrabX pada Rabu, 8 April 2026.

Baca juga: Purbaya Sebut Ekonomi RI Jauh dari Krisis, Ini Buktinya

Selain itu, Indonesia juga sudah mempersiapkan 15 ribu talenta digital untuk menghadapi kebutuhan pekerjaan yang semakin berkaitan dengan artificial intelligence (AI). Airlangga bilang, pengadaan talenta ini bekerja sama dengan Arm, perusahaan semikonduktor asal Inggris.

Bukti lain adalah Indonesia memprakarsai Kerangka Ekonomi Digital ASEAN ketika Indonesia menjadi negara tuan rumah. Jika kerangka tersebut berjalan dengan baik, potensi ekonomi digital Indonesia bisa mencapai USD2 triliun per 2030.

Menurut Airlangga, hal ini menjadi salah satu prospek menarik bagi perusahaan asing seperti Grab untuk masuk ke ekosistem Indonesia. Airlangga menghargai perusahaan seperti Grab yang turut mendorong ekonomi digital Indonesia.

“Ekosistem digital yang dimiliki oleh Grab berfungsi sebagai mesin vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dan ekosistem tersebut secara konsisten menciptakan peluang kerja baru dan inklusif,” jelas Airlangga.

Baca juga: IBM: Kedaulatan Digital Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi RI

Sebagai penutup, Airlangga memastikan kepada investor asing bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat ideal untuk berkembang.

“Jika Anda melihat sekeliling, harga tanah, listrik, air, Anda dapat membandingkannya dengan negara tempat Anda beroperasi, Indonesia adalah yang paling kompetitif. Itu bisa saya jamin,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago