Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: M.Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Sejumlah stimulus fiskal dan bantuan sosial digelontorkan pemerintah sejak kuartal I 2026. Hal ini ditunjukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rangkaian stimulus yang diberikan tersebut mulai berdampak pada perbaikan tingkat konsumsi sejak awal 2026.
“Kalau kita lihat pada Januari dan Februari 2026, konsumen kita lumayan cukup bergeliat,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Hal ini juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada di level 127, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih berada pada zona optimistis.
Menurutnya, pemerintah sengaja memperkuat stimulus pada awal tahun untuk menjaga momentum konsumsi domestik.
Baca juga: Airlangga Ungkap Nasabah Bullion Bank Tembus 5,7 Juta
Airlangga mengatakan, salah satu kebijakan utama dalam paket stimulus adalah penyaluran bantuan sosial tambahan berupa beras 10 kilogram per bulan serta minyak goreng dua liter yang akan diberikan selama dua bulan berturut-turut.
Program tersebut ditujukan kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
“Pemerintah menggelontorkan sekitar Rp11,92 triliun untuk bantuan tersebut,” jelasnya.
Selain bansos pangan, lanjut Airlangga, pemerintah juga memberikan berbagai stimulus lain untuk mendorong mobilitas masyarakat, termasuk diskon tarif transportasi.
Tarif transportasi darat dan laut rata-rata mendapat diskon hingga 30 persen, sementara tiket pesawat kelas ekonomi mendapat potongan sekitar 17–18 persen.
Pemerintah juga mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan tarif transportasi yang lebih murah sekaligus meningkatkan mobilitas selama periode liburan dan Ramadan.
Airlangga bilang, selain stimulus pemerintah, lonjakan konsumsi juga diperkirakan datang dari pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja dan aparatur negara.
Baca juga: Airlangga Sebut RI Punya Alternatif Pasokan Energi dari Luar Timur Tengah
Airlangga mengatakan pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp55 triliun untuk THR aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri.
Sementara itu, pembayaran THR dari sektor swasta diperkirakan mencapai sekitar Rp124 triliun, berdasarkan perhitungan data dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Swasta juga kami hitung dari BPJSNaker dengan rata-rata kemungkinan akan dikeluarkan Rp124 triliun,” bebernya.
Selain pekerja formal, pengemudi ojek daring juga diproyeksikan menerima Bonus Hari Raya (BHR) dari perusahaan platform dengan nilai sekitar Rp220 miliar.
Jika dijumlahkan, dana yang beredar di masyarakat dari berbagai program tersebut mencapai ratusan triliun rupiah.
“Dana yang digelontorkan cukup besar. Kami berharap ini dapat mendorong konsumsi masyarakat,” ujar Airlangga.
Airlangga berharap rangkaian stimulus tersebut dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026, yang selama ini cenderung lebih rendah dibandingkan periode lain dalam setahun.
Dia juga mengakui pertumbuhan ekonomi pada awal tahun sebelumnya relatif lemah. Pada kuartal pertama 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal-kuartal berikutnya.
“Kuartal pertama ini kami harapkan lebih tinggi dari tahun lalu,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Irawati) Read More
Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More
Poin Penting Lahan yang ditempati Cani (80) adalah tanah milik desa, dipilih untuk pembangunan Kopdes/Kel… Read More
Poin Penting Frekuensi transaksi Mandiri Agen naik 44 persen yoy menjadi 2,34 juta pada Januari… Read More
Jakarta – Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) membidik transaksi penjualan pada program BINA (Belanja di… Read More