Moneter dan Fiskal

Airlangga Bawa Kabar Terbaru Perundingan Tarif RI dengan AS

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan komitmen untuk terus mendorong penyelesaian negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS), khususnya terkait kebijakan tarif resiprokal dalam forum pertemuan tingkat tinggi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga sebagai perwakilan delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jameson Greer, perwakilan dari United States Trade Representative (USTR).

Airlangga mengatakan, Indonesia telah menyerahkan dokumen lengkap yang dibutuhkan untuk proses negosiasi. Dia menyebut, Dubes Jameson Greer juga menyatakan apresiasi terhadap proposal yang telah diajukan Indonesia, sebagai landasan yang baik untuk menjadi bahan pertimbangan Amerika Serikat. 

“Indonesia sudah memberikan dokumen kepada USTR dan dokumen tersebut kemarin sudah dilengkapi karena Amerika berharap seluruh dokumen terkait dengan pembahasan itu sudah masuk semua,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers secara Virtual, dikutip, Kamis, 5 Juni 2025.

Baca juga: Kabar Gembira! Pemerintah Beri Diskon Tarif Kereta Api hingga Pesawat Mulai Juni-Juli 2025

Airlangga mengungkapkan, Indonesia sudah melakukan perundingan putaran pertama yang membahas mengenai berbagai isu strategis, mulai dari tarif, hambatan non-tarif, perdagangan digital, hingga keamanan ekonomi.

Negoisasi Tarif Putaran Kedua

Sementara, untuk perundingan putaran kedua negosiasi delegasi Indonesia yang akan dikirim secara langsung untuk melanjutkan pembahasan dan dijadwalkan berlangsung pada minggu depan di Washington D.C.

Baca juga: Negosiasi Tarif Inggris-China Rampung, Airlangga Berharap RI Raup Untung

Airlangga menegaskan, dalam proses perundingan, Indonesia selalu mengedepankan kepentingan nasional dan melakukan langkah-langkah konkret agar hasil negosiasi memberikan manfaat optimal bagi perdagangan Indonesia di pasar global, khususnya ke Amerika Serikat.

“Dalam pembahasan dengan Amerika Serikat, Indonesia selalu mengedepankan kepentingan nasional dan melakukan upaya-upaya konkret agar penyelesaian perundingan ini Indonesia menjadi satu dari 18 negara yang diperkirakan dokumennya sudah lebih maju. Kita berharap hasilnya nanti akan optimal terhadap perdagangan Indonesia ke pasar global termasuk ke AS,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

3 hours ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

3 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

4 hours ago

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

4 hours ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

6 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

8 hours ago