Ilustrasi maskapai penerbangan Air India (foto: istimewa)
Jakarta – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat Air India yang jatuh di Ahmedabad, India, mencapai 260 jiwa. Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner itu diketahui membawa 242 penumpang dalam penerbangan menuju London pada Kamis, 12 Juni 2025.
“Korban tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut saat ini mencapai 260 jiwa,” kata Komisaris Polisi Vidhi Chaudhary, dinukil AFP, Jumat, 13 Juni 2025.
Sebanyak 241 penumpang pesawat dilaporkan tewas, sementara satu penumpang lainnya, Vishwash Kumar Ramesh (40) yang berkewarganegaraan Inggris, berhasil selamat.
Selain itu, 19 warga sipil juga menjadi korban, mengingat pesawat jatuh di kawasan padat penduduk.
Baca juga: Tak “Mampu” Bayar Perawatan, 15 Pesawat Garuda di “Grounded? Ini Penjelasan Garuda
Sebelumnya, pihak kepolisian setempat telah mengevakuasi 204 jenazah dari lokasi kejadian. Diduga kuat, sebagian dari jenazah tersebut merupakan warga sipil yang berada di darat dan tertimpa reruntuhan pesawat.
Rekaman video dari lokasi menunjukkan asap tebal mengepul dan puing-puing pesawat berserakan di sekitar bangunan yang ditabrak. Bagian ekor pesawat bahkan terlihat tersangkut di atap bangunan.
Situs pengendali lalu lintas udara melaporkan bahwa pesawat sempat mengirimkan sinyal mayday atau sinyal darurat yang menunjukkan ancaman terhadap keselamatan jiwa. Namun, tak lama setelah itu, komunikasi terputus sebelum pesawat akhirnya jatuh.
Ketua Tata Group, N Chandrasekaran, yang juga merupakan pemilik Air India, menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka.
Selain itu, pihaknya juga akan membantu pembangunan kembali asrama mahasiswa BJ Medical College yang hancur akibat insiden tersebut.
Baca juga: Saham Jeju Air Anjlok ke Rekor Terendah Buntut Kecelakaan Pesawat
“Kami akan memberikan dukungan penuh untuk pemulihan para korban dan membantu pembangunan kembali fasilitas yang rusak,” tegasnya.
Pihak Air India juga akan memberikan kompensasi sebesar 10 juta rupee atau sekitar Rp1,9 miliar kepada ahli waris keluarga korban yang meninggal dunia. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More
Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Skema Back to Back Loan memungkinkan nasabah memperoleh dana tunai dengan menjaminkan deposito… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More