Teknologi

AI dan Blockchain Kini Bantu Tekan Biaya Produksi Film

Poin Penting

  • AI dan blockchain jadi solusi ekonomi industri film, menekan biaya produksi, mempercepat workflow, dan merespons tekanan efisiensi global
  • SHOW Token menghadirkan ekosistem AI cinema berbasis Web3, dengan AI untuk efisiensi produksi dan blockchain untuk transparansi kontribusi serta insentif
  • Model ini membuka akses dan kolaborasi lebih inklusif, menurunkan hambatan masuk sehingga kreator tak lagi bergantung pada studio besar.

Jakarta – Industri film global sedang menghadapi pergeseran fundamental. Kenaikan biaya produksi, tekanan efisiensi, serta perubahan model distribusi memaksa pelaku industri mencari pendekatan baru.

Dalam konteks ini, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan blockchain mulai dipandang sebagai solusi ekonomi, bukan sekadar inovasi teknologi.

SHOW Token muncul di tengah perubahan tersebut dengan membawa konsep ekosistem AI cinema berbasis Web3.

Proyek ini menempatkan AI sebagai alat untuk menekan biaya produksi film, sementara blockchain digunakan untuk membangun tata kelola yang lebih transparan dan terbuka.

“Selama ini produksi film dikenal mahal karena prosesnya panjang dan banyak pekerjaan manual. AI membantu memangkas waktu dan biaya di hampir semua tahap produksi,” ujar Joshua, Chief Executive Officer (CEO) SHOW Token, dikutip Minggu (18/01).

Baca juga: Amar Bank Tawakan Pembiayaan Rp5 Miliar untuk Pelaku Industri Film

Dalam praktiknya, AI dimanfaatkan sejak tahap awal. Analisis naskah, pembuatan storyboard, hingga pra-visualisasi dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan sistem berbasis data.

“AI membantu mempercepat workflow, menekan biaya operasional, serta memungkinkan proses editing, visual effects, dan desain suara dilakukan lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas cerita dan visual,” kata Joshua.

Namun, efisiensi biaya saja tidak cukup. Industri film juga lama menghadapi persoalan transparansi, terutama dalam pembagian peran dan imbal hasil.

Menurut Joshua, di sinilah peran blockchain menjadi relevan. Dengan pencatatan kontribusi yang terukur, setiap pihak yang terlibat dalam produksi memiliki kejelasan hak dan insentif.

Blockchain melengkapi peran AI dengan menghadirkan struktur partisipasi yang lebih transparan. Kontribusi kreator dan kontributor dapat dicatat secara terukur, sehingga pembagian peran dan insentif menjadi lebih jelas,” katanya.

SHOW Token sendiri diposisikan sebagai token utilitas, bukan instrumen spekulasi. Token ini digunakan sebagai akses dan alat partisipasi dalam ekosistem produksi film berbasis AI.

Pendekatan tersebut mencerminkan upaya membangun model ekonomi internal yang berfokus pada penggunaan nyata dan penciptaan nilai jangka panjang.

Baca juga: OJK: Teknologi AI Bantu Industri Pindar Tekan Risiko Kredit Macet

Dari perspektif industri, model ini berpotensi menurunkan hambatan masuk. Produksi film tidak lagi sepenuhnya bergantung pada studio besar dengan modal kuat. Kreator lintas negara dapat berkolaborasi dalam satu ekosistem digital dengan struktur biaya yang lebih efisien.

“Teknologi seharusnya membuat industri film lebih inklusif, bukan hanya lebih canggih. Fokus kami adalah bagaimana AI dan blockchain bisa menurunkan biaya dan membuka akses,” imbuh Joshua. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Recent Posts

IHSG Dibuka Menguat 0,25 Persen ke Posisi 9.098

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,25 persen ke level 9.098,03 pada perdagangan 19 Januari 2026,… Read More

37 mins ago

Cek Harga Emas Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kompak Stagnan, Antam Meroket

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada Senin, 19 Januari 2026,… Read More

54 mins ago

Keris-keris “Keramat” Para Petinggi, dari Eksekutif Keuangan Sampai Presiden

KERIS adalah senjata tajam mematikan yang dihormati. Karena begitu istimewanya, keris juga disebut sebagai tosan… Read More

60 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah Buntut Ketegangan Politik di The Fed

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Senin (19/1/2026) ke level Rp16.891 per dolar… Read More

1 hour ago

IHSG Pekan Ini Berpotensi Menguat, Investor Cermati Sentimen Berikut

Poin Penting Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mendukung penguatan IHSG dengan potensi menguji… Read More

1 hour ago

Kasus Kredit Macet Sritex, Bukan Kerugian Negara Melainkan Sengketa Perdata yang Dipidanakan

Oleh Mikail Mo, Director Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More

5 hours ago