Proyek Infrastruktur; Dua alternatif pendanaan. (Foto: Erman)
Meningkatnya penjualan semen perseroan, ikut mendorong pertumbuhan pendapatan sebesar 29% menjadi Rp880,1 miliar. Dwitya Putra
Jakarta – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) hingga Agustus 2015 berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp224,7 miliar, atau tumbuh 27% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp176,6 miliar.
Sekretaris Perusahaan SMBR, Zulfikri Subli mengatakan, hal tersebut di dorong oleh penjualan perseroan yang juga meningkat 29% menjadi 925.034 ton dari sebelumnya 714.863 ton. “Meningkatnya penjualan semen SMBR ikut mendorong pertumbuhan pendapatan sebesar 29% menjadi Rp880,1 miliar dari periode yang sama 2014 senilai Rp682,3 miliar,” kata Zulfikri dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 22 September 2015.
Zulfikri menambahkan, pihaknya sendiri optimis untuk terus meningkatkan pendapatan di semester kedua ini sejalan naiknya permintaan semen khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan. “Kami semakin optimis di semester II-2015 dengan mulai reboundnya permintaan semen, seperti data yang dirilis oleh ASI (Asosiasi Semen Indonesia) bahwa permintaan semen nasional hingga Agustus tinggal menyisakan -0,3% dari kumulatif Juli yang masih minus -4,2%,” paparnya.
Dijelaskan, untuk Sumatera Bagian Selatan permintaan semen cukup baik dimana pada wilayah tersebut masih tumbuh 4% secara kumulatif hingga Agustus 2015. “Permintaan semen terbesar kedua di pulau Sumatera ada di Sumatera Selatan yang merupakan pasar utama kami. Selain itu juga ada di Lampung serta pasar sekunder di Jambi dan Bengkulu,” tegasnya. (*)
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More