Wisman; Kunjungan meningkat (Foto: Erman)
Secara kumulatif (Januari-Agustus) 2015, jumlah kunjungan wisman naik 2,71% dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rezkiana Nisaputra
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2015 mencapai 850,5 ribu kunjungan atau naik 2,87% dibandingkan jumlah kunjungan wisman Agustus 2014 yang tercatat 826,8 ribu kunjungan. Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Kepala BPS, Suryamin, di Gedung BPS, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2015. “jika dibandingkan dengan Juli 2015, jumlah kunjungan wisman Agustus 2015 naik sebesar 4,46%,” ujarnya.
Sedangkan secara kumulatif (Januari–Agustus) 2015, kata Suryamin, jumlah kunjungan wisman mencapai 6,32 juta kunjungan atau mengalami kenaikan 2,71% jika dibandingkan dengan kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,16 juta kunjungan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Agustus 2015 mengalami penurunan 11,29% menjadi 298,6 ribu kunjungan, jika dibandingkan dengan Agustus 2014, yakani mencapai 36,6 ribu kunjungan. “Jika dibandingkan Juli 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun cukup besar, yaitu 21,80%,” tukasnya.
Sementara untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Agustus 2015 mencapai rata-rata 55,61% atau naik 3,59 poin jika dibandingkan dengan TPK Agustus 2014 yang tercatat sebesar 52,02% Begitu pula jika dibanding TPK Juli 2015, TPK hotel berbintang pada Agustus 2015 naik 4,36 poin.
“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Agustus 2015 tercatat sebesar 1,93 hari, terjadi penurunan sebesar 0,08 poin, jika dibandingkan keadaan Agustus 2014,” tutupnya. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More