Jakarta–Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan dan Anggota Dewan Komisioner OJK, Agusman berniat meningkatkan peran perbankan nasional. Dalam pemaparannya saat fit and proper test, ia akan fokus mendorong perbankan untuk memosisikan kedaulatan di negeri sendiri.
“Ke depan saya akan menegakkan kedaulatan perbankan domestik
dengan merevitalisasi peran Bank pemerintah dan penguatan Perbankan Syariah dan BPR,” jelas Agusman di hadapan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa, 6 Juni 2017.
Ia juga menambahkan, bahwa pentingnya transformasi BPD, di mana kelak akan menjadi pendorong ekonomi daerah maupun ekonomi nasional. Selain itu, Agusman menilai pentingnya peran bank asing melalui inkorporasi Kantor Cabang Bank Asing (KCBA).
“Penguatan peran Bank Asing melalui inkorporasi Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) juga penting di mana bank asing diharapkan akan mendorong bank domestik di daerah,” tuturnya.
Pihaknya ke depan juga akan mendorong perbankan dengan reformulasi Arsitektur Perbankan Indonesia serta percepatan konsolidasi perbankan.
Seperti yang diketahui, Agusman sendiri merupakan sosok yang intelektual. Selain sebagai direktur eksekutif departemen surveilans sistem keuangan Bank Indonesia yang diembannya sejak 2016, Agusman juga masih menyempatkan mengabdi dalam dunia pendidikan dengan menjadi dosen di berbagai kampus dan perguruan tinggi negeri dan swasta.
Tercatat Agusman pernah menjadi dosen manajemen perbankan dalam program MM di Universitas Trisaksi dan Program MM di STIE Indonesia Banking School Jakarta. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More