Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2013 hingga 2018 Agus Martowardojo meluncurkan buku biografi dengan tajuk Pembawa Perubahan di Kompleks Perkantoran BI Jakarta.
Melalui buku tersebut, Agus menceritakan pengalamannya menjadi bankir profesional serta jabatan-jabatan yang pernah diembannya termasuk menjadi Menteri Keuangan dan Gubernur BI.
“Saya telah menjadi profesional banker 25 tahun, dan 8 kali pindah institusi dan di awal menciptakan value institusi,” kata Agus di Jakarta, Senin 2 September 2019.
Agus sendiri mengawali kariernya sebagai Officer Development Program & International Loan di Bank of America pada 1984. Setelah itu dirinya berlabuh ke Bank Niaga sebagai Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya mulai (1985-1994) serta Deputy Chief Executive Officer Maharani Holding (1994).
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Bumiputera (1995-1998), Dirut Bank Ekspor Impor Indonesia (1998), Dirut Permata Bank (2002-2005) dan Direktur Bank Mandiri (16 Mei 2005-20 Mei 2010).
Pria kelahiran Amsterdam, 24 Januari 1956 tersebut pernah menduduki jabatan Menteri Keuangan Periode 2010-2013 lalu menjadi Gubernur BI.
Agus berharap, bukunya tersebut dapat menginspirasi seluruh masyarakat khususnya bagi pelaku keuangan pada era saat ini. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More