Properti

Agung Podomoro Land Kantongi Laba Rp28,21 Miliar di Kuartal III 2025

Poin Penting

  • APLN bukukan laba bersih Rp28,21 miliar di kuartal III 2025, meski pendapatan usaha turun 4,7 persen menjadi Rp2,64 triliun
  • Penjualan aset Pullman Ciawi perkuat fundamental dan turunkan beban bunga hampir 38%, sementara marketing sales hingga September 2025 mencapai Rp1,24 triliun
  • APLN optimis kuartal IV 2025 akan tumbuh, didorong musim Natal–tahun baru serta stimulus pemerintah yang menopang penjualan properti, mal, dan hotel.

Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan kinerja komprehensif dengan raihan laba bersih sebesar Rp28,21 miliar di kuartal III 2025.

Capaian tersebut ditopang oleh penjualan properti dan kontribusi bisnis mal tetap menjadi penopang utama pendapatan perusahaan.

Meski begitu, di periode yang sama, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,64 triliun, terkoreksi 4,7 persen dibandingkan Rp2,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan pengakuan penjualan naik menjadi Rp1,65 triliun, atau tumbuh 1,2 persen dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp1,63 triliun.

Adapun pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal sebesar Rp988,8 miliar, turun 13,3 persen dari Rp1,14 triliun.

Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan, kinerja perusahaan pada tahun ini mengalami koreksi tipis akibat penjualan hotel Pullman Ciawi Vimala Hills pada akhir tahun 2024.

Namun demikian, penjualan aset dengan value tinggi tersebut mampu memperkuat fundamental bisnis perusahaan, terutama dengan adanya percepatan pelunasan utang.

Baca juga : Agung Podomoro Land (APLN) Raih Pendapatan Usaha Rp5,58 Triliun di 2024

Sehingga beban bunga APLN pada di kuartal III 2025 turun hampir 38 persen menjadi Rp311,37 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp502,55 miliar.

Justini menegaskan, perusahaan terus menjalankan strategi adaptif dan mendorong efisiensi di berbagai lini bisnis.

Berbagai langkah penting dilakukan untuk menjaga penjualan properti tetap bertumbuh ditengah kondisi ekonomi yang melambat dan daya beli yang menurun.

“Di tengah tekanan yang dialami pasar properti nasional, kinerja APLN tetap berada pada level yang solid dengan minat konsumen yang terus terjaga terhadap produk hunian kami. Bisnis mall dan hotel juga memberikan pendapatan berulang yang tetap positif,” jelas Justini dalam keterangan resminya, Rabu, 26 November 2025.

Marketing Sales APLN

Menurut Justini, marketing sales APLN hingga September 2025 tercatat Rp1,24 triliun. Kontribusi terbesar tetap berasal dari segmen rumah tapak, yang menunjukkan daya serap kuat melalui proyek-proyek seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro Golf View.

Adapun, permintaan terhadap hunian tapak juga terus bergerak positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang tinggal yang lebih fungsional, nyaman, dan dan bernilai investasi jangka panjang.

“Untuk menyesuaikan kondisi daya beli masyarakat yang melemah, APLN menerapkan strategi penjualan yang lebih adaptif. Salah satunya dengan menghadirkan unit-unit rumah yang berukuran lebih compact sehingga harganya lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas dan value kawasan,” ujar Justini.

Baca juga : Agung Podomoro Gandeng Konsorsium Jepang untuk Kembangkan Kota Podomoro Tenjo

Optimisme Kuartal IV 2025

Memasuki kuartal IV 2025, Perusahaan sebut dia menyampaikan optimismenya bahwa penjualan dan pendapatan usaha akan tumbuh positif dibandingkan kuartal sebelumnya. Momentum perayaan Natal dan liburan akhir tahun akan menjadi sumber utama pendapatan berulang, baik dari sektor perhotelan maupun pusat perbelanjaan.

Berbagai stimulus yang diberikan pemerintah ke sektor riil diharapkan mampu menciptakan keyakinan konsumen untuk melakukan transaksi maupun investasi di sektor properti.

Apalagi pemerintah memiliki komitmen dan dukungan penuh terhadap bangkitnya sektor properti yang selama bertahun-tahun terbukti menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami percaya dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam bentuk stimulus pajak maupun suku bunga rendah, hingga akhir tahun penjualan properti masih berpeluang tumbuh. Kami juga optimis momentum Natal dan liburan akhir tahun akan memberikan dampak positif bagi bisnis mal dan hotel milik APLN di berbagai kota di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

9 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago