Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) sebagai salah satu perusahaan pengembang properti secara resmi pada Selasa (26/9) telah melakukan penjualan aset Neo Soho Mall, Jakarta kepada PT NSM Assets Indonesia (NSMAI) seharga Rp1,44 triliun.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas menjelaskan, bahwa transaksi penjualan Neo Soho Mall ini merupakan bagian strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat bisnis, selain meningkatkan kemitraan strategis dengan HHP yang merupakan perusahaan serta investor properti kelas dunia, penjualan Neo Soho Mall memungkinkan APLN untuk membayar sebagian utang bank.
Baca juga: Anak Usaha Emiten Properti Ini Didesak Bayar Utang Ratusan Miliar, Ini Pemicunya
“Selain sebagian dana hasil penjualan Neo Soho Mall dipakai untuk investasi kepemilikan 28,58 persen saham di NSMAI, sisanya, sekitar Rp850 miliar, seluruhnya digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman APLN kepada Bank Danamon,” ucap Justini dalam keterangan resmi dikutip, 29 September 2023.
Penjualan aset Neo Soho Mall tersebut dilakukan melalui PT Tiara Metropolitan Indah (TMI) sebagai anak usaha APLN, di mana dana yang diterima TMI dari NSMAI atas pelaksanaan transaksi tersebut akan digunakan sebagian oleh TMI untuk melakukan penyertaan saham baru atau saham seri B.
Lebih lanjut, Justini menyampaikan, bahwa saham baru tersebut akan diwakili oleh NSMAI sebanyak 28,58 persen dari seluruh modal yang telah diterbitkan dan disetor penuh dalam NSMAI.
Baca juga: Ekonomi Membaik, Podomoro Park Sukses Dobrak Market Industri Properti
“Dengan demikian NSMAI akan dimiliki oleh NSM Asset Japan LLC (NSMAJ) dan TMI dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 71,42 persen dan 28,58 persen,” imbuhnya.
Adapun, NSMAJ dimiliki secara langsung oleh Hankyu Hanshin Properties Corporation (HHP) Jepang yang sebelumnya telah membangun kemitraan strategis dengan APLN melalui transaksi penjualan Central Park Mall pada tahun 2022. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More