Categories: News UpdatePerbankan

Agen Laku Pandai BNI Terbanyak di Ibu Kota

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk keuangan inklusif (Laku Pandai) di DKI Jakarta tumbuh pada Triwulan I 2018 ke Triwulan I 2019.

Tercatat jumlah agen Laku Pandai DKI Jakarta hingga triwulan pertama tahun ini mencapai 28.107 orang agen. Dari angka tersebut, agen Laku Pandai berdasarkan Bank Penyelenggaranya terbanyak dimiliki oleh BNI.

“BNI menjadi bank penyelenggaraan terbanyak dengan persentase sebesar 28% dan diikuti oleh BRI pada posisi selanjutnya dengan persentase jumlah Agen sebesar 27%,” kata Deputi Direktur Kantor Regional 1 OJK, Purnama Jaya di Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

Selain itu, agen Laku Pandai terbanyak terdapat di Kota Jakarta Barat dengan jumlah Agen mencapai 7,297 Agen posisi Triwulan 2019. Sedangkan, jumlah Agen paling sedikit dimiliki oleh Kepulauan Seribu dengan sebesar 29 Age.

“Jumlah Agen paling sedikit dimiliki oleh Kepulauan Seribu hanya sebanyak 29 Agen atau kurang dari 1%. Sehingga Jumlah Agen perlu ditambahkan di daerah Kepulauan Seribu,” kata Purnama Jaya.

Lebih lanjut dirinya berharap, layanan LAKU PANDAI kedepan akan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia yang terus berlanjut. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

3 mins ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

23 mins ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

58 mins ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

1 hour ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

2 hours ago