Agen BRILink
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) mencatat bahwa hingga akhir Desember 2024, jumlah Agen BRILink mencapai 1,06 juta yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 324 ribu agen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencatat 740 ribu agen.
Direktur Utama BRI, Sunarso, mengungkapkan bahwa salah satu strategi BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan adalah dengan menghadirkan layanan perbankan hingga ke warung-warung melalui program Agen BRILink.
“Di samping untuk memperluas dan mempermudah akses layanan perbankan, Agen BRILink juga dimaksudkan untuk memastikan terjadinya sharing economy, pertumbuhan ekonomi yang secara inklusif melibatkan partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya,” ujar Sunarso dalam keterangan resmi, Senin, 13 Januari 2025.
Baca juga: Tengok Jurus Bank Raya Garap Ceruk Bisnis Agen BRIlink
Adapun pada sepanjang 2024, BRI mendapatkan fee dari Agen BRILink sebesar Rp1,6 triliun.
“Dari total transaksi Agen BRILink sebesar Rp1.583 triliun pada 2024, Agen BRILink bisa mendapatkan 2 sampai 3 kali lipat dari fee yang diterima BRI. Hal tersebut merupakan bentuk sharing economy yang nyata bagi masyarakat,” ungkap Sunarso.
Baca juga: Tumbuh Pesat, AgenBRILink Catatkan Transaksi Rp370 Triliun di Kuartal I 2024
Sunarso mengatakan, meningkatnya kemudahan akses layanan perbankan BRI melalui layanan digital dan Agen BRILink diikuti dengan jumlah kantor BRI yang menurun, dimana per September 2024, jumlah kantor BRI tercatat sebanyak 7.594 unit, atau menurun dari 9.030 kantor pada 2020.
“Kami tidak menambah kantor baru untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam layanan perbankan. (Dalam hal ini) Agen BRILink memainkan peran kunci dalam menciptakan ekonomi berbagi (sharing economy) yang lebih inklusif,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More