Perbankan

Agen BRILink Masih Jadi Duta Inklusi dan Literasi Keuangan

Jakarta – Layanan Branchless Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Agen BRILink kembali menorehkan kinerja gemilang. Agen BRILink berhasil mempercepat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia berdasarkan hasil survei tim peneliti Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Survei ini dalam rangka menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi.

Agus Suprapto selaku Kepala Desk Jaringan BRILink mengatakan, bahwa kesempatan Bank BRI untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan masih sangat besar. “Setelah melihat data tadi, ternyata kurang dari 50 persen masyarakat kita masih belum memegang itu (keuangan digital). Kalau begitu berarti tugas BRI untuk inklusi dan literasi keuangan masih terbuka lebar,” Jelas Agus di Kampus FEB UI, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

Dalam pemaparannya, tim peneliti menyatakan bahwa Agen BRILink sangat berperan dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan. Para agen menjadi sumber informasi dan saran bagi para nasabah. Selain itu, para Agen juga secara proaktif  “menjemput bola” dengan datang pada nasabah. Sehingga, para nasabah mengenal layanan keuangan melalui Agen BRILink.

Adapun dari aspek kepuasan, hasil riset menunjukkan kepuasan nasabah terhadap pelayanan Agen BRILink terutama dari aspek seperti keramahan, lokasi, dan pemahaman Agen BRILink akan produk dan jasa BRI secara keseluruhan. Dengan tingkat kepuasan yang tinggi, mayoritas responden menyatakan sangat setuju untuk merekomendasikan Agen BRILink kepada orang lain.

Corporate Secretary Bank BRI Bambang Tribaroto mengungkapkan bahwa perseroan menyambut baik hasil riset ini. “Hasil riset ini tentu menjadi masukan berharga bagi Bank BRI, mengingat ke depan Bank BRI akan terus fokus dalam pengembangan agen BRILink sebagai wujud komitmen mendorong inklusi dan literasi keuangan di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

49 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

6 hours ago